
MINAHASA, JelajahTerkini — Kebakaran terjadi di Desa Touliang Oki Jaga 2, Kecamatan Eris, Kabupaten Minahasa, Rabu (16/9/2026) sekitar pukul 06.30 WITA.
Peristiwa tersebut menghanguskan dua unit bangunan kayu yang digunakan sebagai tempat usaha meubel, sejumlah rumah semi permanen, serta satu unit mobil pick up merek Daihatsu Espas.
Informasi yang diperoleh menyebutkan, api pertama kali muncul dari bangunan kayu tempat usaha meubel milik Keluarga Karamoy-Walangare. Api kemudian merembet ke tiga unit rumah di sebelah kanan, satu unit rumah di sebelah kiri, serta satu unit mobil yang terparkir di halaman.
Salah satu saksi, Lendy Kaendong (40-an), warga Touliang Oki Jaga 2, mengetahui kejadian tersebut setelah merasakan hawa panas ketika berada di toilet. Saat keluar, ia melihat kepulan asap dan bagian belakang rumah di sampingnya mulai terbakar.
Lendy kemudian berteriak kepada penghuni rumah agar segera menyelamatkan diri dan meminta pertolongan warga.
Saksi lainnya, Jeane Timpolas (60-an), yang berada di dalam rumah, mendengar teriakan Lendy dari belakang rumah. Ia kemudian ikut menyelamatkan diri dan meminta pertolongan.
Sementara itu, Swita Pakasi (50-an), seorang guru yang tinggal di seberang lokasi kebakaran, melihat bangunan tempat usaha meubel tersebut terbakar saat hendak berangkat ke sekolah.
Bangunan yang menjadi titik awal kebakaran diketahui hanya digunakan untuk aktivitas usaha meubel pada siang hari. Pemilik dan keluarganya berdomisili di Kelurahan Tuutu, Kecamatan Tondano Barat, sehingga bangunan tersebut tidak dihuni pada malam hari.
Saksi Ryan Karamoy (35), anak pemilik bangunan, juga melihat kepulan asap saat melintas dalam perjalanan menuju sekolah dari Tondano. Ia kemudian bergegas menuju lokasi dan mendapati bangunan kayu tempat usaha meubel milik orang tuanya terbakar.
Ryan bersama sejumlah warga berupaya menyelamatkan barang-barang yang masih dapat dikeluarkan dari bangunan.
Adapun bangunan dan kendaraan yang terdampak, yakni dua unit rumah milik Keluarga Karamoy-Walangare masing-masing berukuran 8×10 meter serta satu unit mobil pick up Daihatsu Espas.
Selanjutnya, satu unit rumah milik Keluarga Timpolas-Lumentut berukuran 7×6 meter, satu unit rumah milik Keluarga Karamoy-Timpolas dan Keluarga Kaendong-Karamoy berukuran 7×6 meter, satu unit rumah milik Keluarga Koyo-Timpolas berukuran 5×6 meter dua lantai, satu unit rumah milik Keluarga Karamoy-Dotulong berukuran 6×7 meter, serta satu unit rumah milik Esty Uloli berukuran 8×12 meter.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian material diperkirakan mencapai Rp700 juta.
Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 08.20 WITA. Petugas kemudian melanjutkan penyiraman guna memastikan tidak terdapat lagi titik api.
Pemadaman melibatkan lima unit mobil Damkar Kabupaten Minahasa dan satu unit mobil BNPB Kabupaten Minahasa.
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.
Dalam penanganan kejadian, aparat kepolisian turun ke lokasi dan membantu proses evakuasi, mengumpulkan keterangan para saksi, berkoordinasi dengan Hukum Tua untuk mengantisipasi kemacetan di ruas jalan alternatif, menghubungi pihak PLN untuk memadamkan aliran listrik, serta memasang garis polisi di lokasi kejadian.
Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut guna mengetahui penyebab pasti kebakaran.(*)



