
Minsel –,JelajahTerkini — Dugaan keterlibatan sejumlah oknum polisi dalam keributan dengan masyarakat di wilayah Bitung–Amurang menjadi sorotan dan memunculkan pertanyaan mengenai profesionalitas aparat dalam menjalankan tugas pengamanan.Jumat malam 23/10/2026
Informasi yang beredar menyebutkan adanya dugaan oknum polisi datang dalam kondisi mabuk hingga terjadi aksi saling pukul dan keributan dengan masyarakat. Namun, dugaan tersebut masih perlu dikonfirmasi kepada pihak terkait untuk memastikan kronologi dan kebenaran peristiwa.
Masyarakat pada prinsipnya mendukung aparat kepolisian yang menjalankan tugas pengamanan secara profesional, humanis, dan tidak bertindak anarkis. Dukungan tersebut merupakan bagian dari harapan agar situasi keamanan dan ketertiban tetap terjaga.
Namun, apabila benar terdapat oknum yang bertugas dalam kondisi dipengaruhi minuman keras dan terlibat bentrokan dengan masyarakat, persoalan tersebut perlu ditindaklanjuti secara objektif sesuai ketentuan yang berlaku.
Sebab, tugas kepolisian bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.
Slogan “Melindungi, Mengayomi, dan Melayani” diharapkan tidak sekadar menjadi semboyan, tetapi diwujudkan melalui sikap, perilaku, dan tindakan nyata setiap anggota kepolisian dalam menjalankan tugas.
Transparansi dan klarifikasi dari pihak berwenang diperlukan untuk menjawab dugaan yang beredar sekaligus mencegah munculnya kesimpangsiuran informasi di tengah masyarakat.
Masyarakat pun berharap setiap dugaan pelanggaran yang melibatkan aparat dapat diperiksa secara profesional dan ditangani sesuai aturan, sehingga kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian tetap terjaga.(*)



