
MINAHASA,JelajahTerkini– Pemerintah Kabupaten Minahasa terus mendorong pemanfaatan teknologi dan riset dalam pengembangan sektor pertanian. Upaya tersebut dilakukan untuk meningkatkan efisiensi produksi, mengoptimalkan penggunaan air, serta mendukung pertanian yang adaptif terhadap perubahan iklim dan ramah lingkungan.
Komitmen itu ditunjukkan melalui pencanangan penerapan teknologi Intermittent Irrigation dan pengambilan sampel gas metana di kawasan persawahan Kelurahan Koya, Kecamatan Tondano Selatan.
Bupati Minahasa Dr. Robby Dondokambey, S.Si., M.AP mengatakan, penerapan teknologi tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah daerah untuk membawa pertanian Minahasa ke arah yang lebih modern dan berbasis ilmu pengetahuan.
“Kegiatan ini bukan sekadar pencanangan teknologi, tetapi merupakan langkah nyata dalam membangun pertanian yang lebih modern, efisien, produktif, dan berkelanjutan,” kata Bupati.
Menurutnya, teknologi Intermittent Irrigation memberikan pendekatan berbeda dalam pengelolaan air di lahan persawahan. Sistem tersebut dilakukan dengan mengatur pemberian air dan periode pengeringan secara berkala sesuai kebutuhan tanaman.
Efisiensi pengelolaan air menjadi semakin penting di tengah tantangan perubahan iklim yang dapat memengaruhi ketersediaan air dan produktivitas lahan pertanian.
Tidak hanya berkaitan dengan penghematan air, kegiatan tersebut juga mengintegrasikan aspek lingkungan melalui pengambilan sampel gas metana dari lahan persawahan.
Data yang diperoleh nantinya diharapkan dapat menjadi bahan penelitian untuk melihat hubungan antara pola pengelolaan air dengan emisi gas metana, sekaligus mendukung pengembangan praktik pertanian yang lebih berkelanjutan.
“Dengan demikian, inovasi pertanian tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga memperhatikan upaya pengurangan emisi dan kelestarian lingkungan,” ujar Bupati.
Bupati menilai keberhasilan penerapan inovasi di sektor pertanian membutuhkan keterlibatan semua pihak. Karena itu, pemerintah daerah terus membuka ruang kolaborasi dengan perguruan tinggi, peneliti, penyuluh, kelompok tani dan masyarakat.
Ia berharap hasil penelitian yang dilakukan Universitas Negeri Manado tidak berhenti sebagai kajian akademik, tetapi dapat dikembangkan menjadi teknologi yang mudah diterapkan dan memberikan manfaat langsung bagi petani.
“Kita ingin membangun pertanian Minahasa yang tidak hanya menghasilkan produksi yang tinggi, tetapi juga hemat sumber daya, ramah lingkungan, adaptif terhadap perubahan iklim, serta mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani,” tegasnya.
Bupati juga mengajak masyarakat menjaga jaringan irigasi, sumber air dan lahan pertanian. Menurutnya, keberlanjutan pertanian tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kepedulian masyarakat dalam menjaga lingkungan.
Pencanangan tersebut sekaligus menjadi momentum memperkuat kerja sama Pemerintah Kabupaten Minahasa dan Universitas Negeri Manado (Unima) dalam pengembangan inovasi berbasis riset.
Rektor Unima Dr. Joseph Philip Kambey, SE., MBA., Ak bersama jajaran pimpinan Unima turut hadir dalam kegiatan tersebut. Kehadiran pimpinan perguruan tinggi menunjukkan dukungan Unima terhadap penerapan hasil penelitian dan teknologi di tengah masyarakat.
Sementara itu, Ketua Tim Periset BESTARI SAINTEK, Prof. Dr. Orbanus Naharia, M.Si, bersama tim melaksanakan riset dan pengambilan sampel gas metana sebagai bagian dari upaya memperoleh data ilmiah mengenai penerapan teknologi pengelolaan air pada lahan persawahan.
Pemkab Minahasa berharap kegiatan tersebut menjadi awal dari lahirnya berbagai inovasi baru yang mampu memperkuat produktivitas pertanian, menjaga kelestarian lingkungan, serta meningkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten Minahasa.(*)



