Saturday, September 12, 2026
HomeUncategorizedDuta Kebudayaan Nusa Utara 2026 Lahir dari Ajang Pelestarian Budaya Generasi Muda

Duta Kebudayaan Nusa Utara 2026 Lahir dari Ajang Pelestarian Budaya Generasi Muda

Date:

SITARO — Yayasan Nyong Noni Kebudayaan Sulawesi Utara kembali memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengambil bagian dalam pelestarian budaya daerah melalui Pemilihan Duta Kebudayaan Nusa Utara 2026.

Ajang yang digelar di Tagulandang, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), ini mempertemukan generasi muda dari tiga daerah di kawasan Nusa Utara, yakni Sitaro, Kabupaten Kepulauan Sangihe, dan Kabupaten Kepulauan Talaud.

Sebanyak 20 finalis berhasil melewati rangkaian seleksi dan mengikuti tahapan penilaian yang meliputi pentas budaya, wawancara, serta sejumlah proses penjurian lainnya.

Dari proses tersebut, Fabian Anthoni, mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Manado (Unima), dan Queen Sumare, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), ditetapkan sebagai Duta Kebudayaan Nusa Utara 2026.

Keduanya akan menjalankan tugas selama satu tahun sebagai representasi generasi muda dalam memperkenalkan dan menjaga keberadaan budaya Nusa Utara.

Ketua Yayasan Nyong Noni Kebudayaan Sulawesi Utara, Ricky Gerungan, M.Hum, mengatakan pemilihan ini bukan semata-mata mencari pemenang, tetapi menjadi bagian dari upaya membangun kepedulian generasi muda terhadap kebudayaan daerah.

“Generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan budaya daerah. Karena itu, kami berharap para duta yang terpilih mampu menjadi penggerak dan teladan dalam memperkenalkan serta mempertahankan kebudayaan Nusa Utara,” kata Ricky.

Menurutnya, perkembangan zaman membuat generasi muda memiliki tantangan tersendiri dalam mempertahankan identitas budaya. Karena itu, diperlukan figur-figur muda yang mampu membawa nilai-nilai budaya lokal ke ruang yang lebih luas.

Pemilihan Duta Kebudayaan Nusa Utara juga diharapkan menjadi sarana mempererat hubungan antargenerasi muda dari Sitaro, Sangihe, dan Talaud.

“Ini juga menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antarkabupaten. Kita ingin seni, budaya dan kreativitas anak muda di Nusa Utara terus berkembang,” ujarnya.

Ricky berharap Fabian dan Queen tidak berhenti pada gelar yang diraih, tetapi mampu menjalankan peran sebagai duta dengan berbagai kegiatan nyata, terutama dalam memperkenalkan kekayaan budaya Nusa Utara kepada masyarakat.

“Harapannya, mereka bisa menjadi representasi anak muda Nusa Utara yang bangga dengan budaya sendiri dan mampu memperkenalkannya kepada masyarakat luas,” tutup Ricky.

Pemilihan Duta Kebudayaan Nusa Utara 2026 menjadi salah satu upaya untuk menempatkan generasi muda sebagai bagian penting dalam menjaga keberlanjutan seni, tradisi, kearifan lokal, dan identitas budaya daerah di tengah perkembangan zaman.(*)

spot_imgspot_img

Terbaru

spot_imgspot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here