
Minahasa,JelajahTerkini – Penguatan karakter dan wawasan kebangsaan menjadi salah satu fokus dalam pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMP Negeri 1 Tondano, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. Melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, sekolah berupaya membekali peserta didik baru dengan nilai-nilai kepemimpinan, kepedulian sosial, dan kecintaan terhadap daerah sejak hari pertama memasuki jenjang pendidikan menengah.
Dalam kegiatan yang berlangsung pada Jumat (17/7/2026), Anggota DPRD Kabupaten Minahasa, Liony Leontin Mongi, hadir memberikan motivasi kepada para siswa. Ia menekankan bahwa pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga harus mampu membentuk karakter, integritas, dan kesadaran sebagai warga negara.
Menurut Liony, pengenalan terhadap kepemimpinan daerah dan lingkungan sekitar merupakan bagian penting dari pendidikan kewarganegaraan. Melalui sesi dialog interaktif, ia mengajak para siswa mengenal struktur pemerintahan daerah sebagai langkah awal membangun kepedulian terhadap pembangunan di daerahnya.
“Generasi muda harus tumbuh menjadi pribadi yang berprestasi sekaligus memiliki karakter yang kuat. Mereka perlu mengenal daerahnya, memahami peran pemimpin, dan memiliki kepedulian terhadap masyarakat sebagai bekal menjadi pemimpin di masa depan,” kata Liony.
Ia juga mengapresiasi komitmen SMP Negeri 1 Tondano dalam menyediakan berbagai kegiatan ekstrakurikuler sebagai sarana pengembangan potensi siswa. Menurutnya, ruang-ruang kreativitas di sekolah menjadi bagian penting dalam membentuk kepemimpinan, kerja sama, dan rasa percaya diri peserta didik.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap akses pendidikan, Liony turut menyerahkan bantuan kepada siswa dari keluarga kurang mampu serta memberikan penghargaan kepada peserta didik yang aktif selama kegiatan berlangsung.
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 1 Tondano, Melky Palilingan, M.Pd., mengatakan penerimaan peserta didik baru tahun ajaran 2026/2027 dilaksanakan sesuai ketentuan Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Sekolah membuka 10 rombongan belajar dengan kapasitas 320 siswa dan tetap berpegang pada ketentuan daya tampung meskipun jumlah pendaftar melebihi kuota.
Menurut Melky, kolaborasi antara sekolah dan berbagai unsur masyarakat, termasuk kalangan legislatif, menjadi bagian penting dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang mampu mendukung tumbuh kembang peserta didik secara menyeluruh.
Melalui pelaksanaan MPLS yang mengedepankan pendidikan karakter, wawasan kebangsaan, serta pengembangan potensi siswa, diharapkan peserta didik baru mampu beradaptasi dengan lingkungan sekolah, memiliki semangat belajar yang tinggi, serta tumbuh menjadi generasi yang berintegritas, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan masa depan.(*)



