
Minahasa,JelajahTerkini– Sinergi cepat tenaga kesehatan, pemerintah, dan aparat terkait berhasil menyelamatkan seorang bayi laki-laki yang diduga baru saja dilahirkan setelah ditemukan warga di kawasan Puri Winangun Atas, Kecamatan Pineleng, Kabupaten Minahasa, Rabu (29/7/2026)
Bayi ditemukan sekitar pukul 05.30 WITA dalam kondisi masih terdapat ari-ari yang melekat. Warga kemudian segera mengevakuasi bayi ke Klinik Yorina untuk mendapatkan bantuan medis pertama.
Setibanya di klinik sekitar pukul 06.00 WITA, tim tenaga kesehatan langsung memberikan perawatan sesuai standar operasional prosedur (SOP) bayi baru lahir. Proses penanganannya meliputi pembersihan tubuh bayi, pemotongan tali pusat, serta pemeriksaan kondisi umum.
Hasil pemeriksaan awal menunjukkan bayi memiliki berat badan 2,7 kilogram dengan panjang badan 47,5 sentimeter. Kondisi bayi dinyatakan stabil, menangis dengan baik, dan menunjukkan respons yang normal.
Bidan Klinik Yorina kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Minahasa, Meifa Ervina Warokka, S.Th., S.Tr.Keb., yang juga merupakan tenaga terlatih dalam penanganan korban kekerasan terhadap perempuan dan anak di Provinsi Sulawesi Utara. Setelah menerima informasi, koordinasi lintas sektor segera dilakukan.
Tak lama berselang, sejumlah instansi hadir di Klinik Yorina, di antaranya Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Provinsi Sulawesi Utara, Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA), Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara, Dinas Sosial Kabupaten Minahasa, pemerintah desa, serta warga yang menjadi saksi penemuan bayi.
Sekitar pukul 10.00 WITA, bayi dirujuk ke RSUD Tondano untuk mendapatkan penanganan lanjutan oleh dokter spesialis anak. Setibanya di rumah sakit, bayi terlebih dahulu menjalani pemeriksaan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) sebelum dipindahkan ke ruang Neonatus untuk menjalani perawatan intensif.
Pemeriksaan dilakukan oleh dr. Grace Kambey, Sp.A. Hingga saat ini kondisi bayi terus dipantau oleh tim medis dengan pendampingan Dinas Sosial Kabupaten Minahasa bersama IBI Cabang Minahasa guna memastikan seluruh kebutuhan dasar bayi terpenuhi selama masa perawatan.
Ketua IBI Cabang Minahasa, Meifa Ervina Warokka, menyampaikan apresiasi atas respon cepat seluruh pihak yang terlibat dalam penyelamatan bayi tersebut.
“Keselamatan dan kesehatan bayi menjadi prioritas utama. Penanganan dilakukan sesuai standar profesi melalui kolaborasi lintas sektor agar bayi segera memperoleh pelayanan kesehatan yang optimal serta perlindungan yang diperlukan. Kami mengapresiasi seluruh pihak yang telah bersinergi sehingga proses evakuasi hingga rujukan ke rumah sakit dapat berjalan dengan cepat dan baik,” ujarnya.
Sementara itu, penanganan medis terhadap bayi akan terus dilakukan sesuai standar pelayanan kesehatan. Adapun proses penyelidikan terkait kasus penemuan bayi tersebut kini ditangani aparat penegak hukum sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (*)



