
Minahasa,Jelajahterkini – Semangat persaudaraan dan kebersamaan ditunjukkan para calon Hukum Tua Desa Tondegesan di tengah tahapan Pemilihan Hukum Tua (Pilhut) 2026. Sikap tersebut mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Minahasa karena dinilai menjadi contoh positif dalam membangun demokrasi yang sehat di tingkat desa.
Hal itu terlihat saat pelaksanaan ibadah syukur baptisan anak dari salah satu calon Hukum Tua, Lucky Kalengkongan, yang berlangsung pada Minggu (7/6/2026). Dalam kegiatan tersebut, para calon Hukum Tua tampak hadir bersama dan menunjukkan hubungan yang harmonis meski akan bersaing dalam kontestasi Pilhut.
Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa, Dr. Lynda D. Watania, MM, M.Si, yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi atas kedewasaan politik yang ditunjukkan para calon. Menurutnya, persaingan dalam Pilhut seharusnya menjadi sarana untuk menghadirkan gagasan dan program terbaik bagi masyarakat tanpa mengorbankan persaudaraan.
Momentum kebersamaan semakin terasa saat ibadah yang dipimpin Pdt. Diana Sompie, S.Th. Tiga calon Hukum Tua maju bersama membawakan lagu pujian “Alangkah Bahagianya Hidup Rukun dan Damai”, yang mengundang apresiasi dari jemaat dan masyarakat yang hadir.
Pesan kerukunan yang ditampilkan para calon diharapkan dapat diikuti oleh seluruh pendukung sehingga proses Pilhut berlangsung aman, tertib, dan penuh kekeluargaan. Pemerintah Kabupaten Minahasa menilai sikap seperti ini penting untuk menjaga stabilitas sosial di tengah dinamika politik desa.
Kegiatan tersebut juga dihadiri sejumlah pejabat daerah, termasuk Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Minahasa serta para camat dari wilayah sekitar. Kehadiran mereka menjadi bagian dari upaya mendorong pendidikan politik yang santun dan berorientasi pada persatuan masyarakat.
Pemkab Minahasa berharap semangat kebersamaan yang ditunjukkan para calon Hukum Tua Desa Tondegesan dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain yang juga akan melaksanakan Pilhut, sehingga seluruh tahapan berjalan dengan aman, damai, dan demokratis.
Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin para hamba Tuhan dan tokoh masyarakat sebagai ungkapan syukur serta harapan bagi masa depan Desa Tondegesan yang semakin maju dan harmonis.(*)



