Wednesday, May 27, 2026
HomeUncategorizedLiony Mongi Dorong Pendidikan dan Pembangunan Desa dengan Dana Pribadi

Liony Mongi Dorong Pendidikan dan Pembangunan Desa dengan Dana Pribadi

Date:

Minahasa,JelajahTerkini — Kepedulian terhadap pendidikan dan pembangunan desa mendorong Anggota DPRD Minahasa, Liony Leontin Mongi, mengambil langkah nyata membantu masyarakat melalui pembangunan infrastruktur hingga pemberdayaan generasi muda menggunakan dana pribadi.

Kecintaan terhadap kampung halaman menjadi alasan utama Liony Leontin Mongi untuk terus memperjuangkan kemajuan Desa Tonsea Lama, Kabupaten Minahasa, ujar Liony pada Selasa Kemarin (26/5/2026),

Liony mengungkapkan bahwa cita-cita membangun desa sebenarnya sudah lama ia miliki, bahkan sebelum dirinya bekerja di luar daerah maupun terjun ke dunia politik.

“Sebagai orang asli Tonsea Lama, siapa yang tidak mau melihat desanya berkembang?” ujar Liony.

Menurutnya, pembangunan desa tidak hanya berbicara soal infrastruktur, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan kesempatan kerja bagi generasi muda.

Pendiri Tsunagu Jepang itu diketahui telah membantu sekitar 1.500 anak muda asal Sulawesi Utara mengikuti program magang kerja di Jepang sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas SDM daerah.

“Saya percaya hukum tabur tuai. Kalau kita menabur hal baik untuk masyarakat, maka hal baik juga yang akan kita tuai nantinya,” katanya.

Liony menjelaskan, sebelum menjadi anggota DPRD Minahasa, dirinya sudah banyak menerima aspirasi masyarakat terkait pendidikan, jalan desa, penerangan hingga akses penghubung antarwilayah.

“Banyak masyarakat menyampaikan keluhan tentang pendidikan, infrastruktur bahkan penerangan jalan. Itu yang menjadi alasan saya maju sebagai anggota DPRD agar aspirasi mereka bisa diperjuangkan,” jelasnya.

Politisi milenial tersebut juga mengungkapkan bahwa sejumlah pembangunan yang selama ini dilakukan tidak sepenuhnya mengandalkan dana Pokok Pikiran (Pokir) DPRD, melainkan menggunakan dana pribadi demi mempercepat kebutuhan masyarakat.

“Pembuatan jalan, pemasangan lampu hingga perbaikan jembatan gantung antar desa sebagian saya bantu menggunakan uang pribadi karena masyarakat membutuhkan akses itu secepatnya,” ungkap Liony.

Ia berharap semangat gotong royong dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh dalam membangun desa, sehingga pembangunan tidak hanya bertumpu pada pemerintah, tetapi juga melibatkan kontribusi nyata dari berbagai pihak demi kesejahteraan masyarakat. (*)

spot_imgspot_img

Terbaru

spot_imgspot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here