
Minahasa ,JelajahTerkini — Bupati Minahasa, Robby Dondokambey, turun langsung meninjau Pos Pencarian korban hilang di Desa Kayuuwi, Kecamatan Kawangkoan Barat, Sulawesi Utara, Selasa (26/5/2026), sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap musibah yang menimpa warganya.
Korban diketahui bernama Queentania Makal (11), seorang anak perempuan warga Desa Kayuuwi yang hingga kini masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan SAR, BPBD Kabupaten Minahasa, aparat kepolisian, pemerintah kecamatan, serta relawan masyarakat.
Kedatangan Bupati di Posko Pencarian disambut Camat Kawangkoan Barat, Happy Lumintang, bersama jajaran tim pencarian dan petugas BPBD. Suasana emosional terlihat ketika keluarga korban menyambut langsung kehadiran Bupati sambil berharap anak mereka segera ditemukan dalam keadaan selamat.
Dalam kunjungannya, Robby Dondokambey memantau langsung perkembangan operasi pencarian dan memberikan dukungan moril kepada keluarga korban maupun petugas yang masih terus melakukan penyisiran di sejumlah titik.
“Kami semua turut merasakan kesedihan keluarga. Pemerintah Kabupaten Minahasa akan terus mendukung penuh proses pencarian ini. Kami berharap dan berdoa agar korban segera ditemukan,” kata Bupati.
Ia juga mengapresiasi kerja keras tim gabungan yang tetap bertahan melakukan pencarian di tengah kondisi medan yang cukup berat dan cuaca yang berubah-ubah.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI-Polri, Basarnas, BPBD, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam operasi kemanusiaan tersebut.
Sementara itu, Camat Kawangkoan Barat Happy Lumintang mengatakan seluruh unsur pemerintah dan masyarakat di wilayahnya terus bergerak membantu proses pencarian sekaligus memberikan pendampingan kepada keluarga korban.
Hingga Selasa malam, operasi pencarian terhadap Queentania Makal masih terus berlangsung dengan melibatkan penyisiran di sejumlah lokasi yang dianggap berpotensi menjadi titik keberadaan korban.
Kehadiran langsung Bupati Minahasa di lokasi pencarian dinilai menjadi simbol empati dan perhatian pemerintah daerah terhadap masyarakat yang sedang mengalami musibah, sekaligus memberikan semangat bagi keluarga korban dan seluruh petugas di lapangan.(*)



