Saturday, April 18, 2026
HomeMinahasa UtaraKSPI Sulut Tegaskan Sikap, May Day Harus Jadi Panggung Perjuangan Buruh

KSPI Sulut Tegaskan Sikap, May Day Harus Jadi Panggung Perjuangan Buruh

Date:

Minut (Sulawesi Utara), Jelajahterkini.com – Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 1 Mei 2026, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Sulawesi Utara menegaskan sikapnya: May Day bukan sekadar seremoni, melainkan panggung perjuangan kaum buruh. Dalam pernyataan sikap resminya, KSPI Sulawesi Utara menyoroti pentingnya proses yang demokratis dan transparan dalam setiap pengambilan keputusan.

Penunjukan Ketua Panitia May Day, menurut KSPI, seharusnya dilakukan melalui keterlibatan seluruh perwakilan konfederasi, bukan ditentukan secara sepihak dari atas.Ketua KSPI Sulawesi Utara, Ferdinand Lumenta, menegaskan bahwa pada prinsipnya pihaknya mendukung peringatan May Day, termasuk yang difasilitasi pemerintah. Namun, ia mengingatkan bahwa esensi May Day harus tetap dikembalikan sebagai milik buruh. “May Day bukan sekadar kegiatan seremonial. Ini adalah momentum perjuangan. Kalau sejak awal prosesnya tidak terbuka, maka wajar jika muncul pertanyaan dari kawan-kawan buruh,” ujar Ferdinand. Ia menambahkan bahwa buruh harus menjadi subjek utama dalam setiap pengambilan keputusan, bukan sekadar pelengkap.“Ini acara buruh. Maka sudah seharusnya buruh menentukan arah dan kepemimpinannya sendiri,” tegasnya.

KSPI Sulawesi Utara juga menegaskan bahwa peringatan Hari Buruh tidak boleh direduksi menjadi kegiatan simbolik tanpa makna. May Day harus menjadi ruang nyata untuk menyuarakan persoalan buruh, sekaligus mendorong penyelesaian konkret oleh pihak yang berwenang bukan sekadar janji mulai dari persoalan upah, jaminan sosial, hingga keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Ia juga menyoroti bahwa setiap tahun peringatan May Day terus digelar, namun berbagai persoalan buruh kerap belum mendapatkan penyelesaian yang nyata.“Setiap tahun May Day dilaksanakan, tetapi persoalan buruh tidak kunjung diselesaikan. Janji-janji yang disampaikan pada peringatan sebelumnya belum sepenuhnya direalisasikan,” ujar Ferdinand.

Sejalan dengan itu, sesuai instruksi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) KSPI, ditegaskan bahwa pada peringatan May Day tahun ini KSPI Sulawesi Utara tidak akan mengikuti May Day versi pemerintah. Namun demikian, apabila terdapat bentuk penyampaian aspirasi selain aksi, hal tersebut akan dibahas lebih lanjut dalam rapat berikutnya.

Sekretaris FSPMI Sulawesi Utara, Sanni Lungan, menegaskan bahwa keputusan tersebut merupakan bagian dari komitmen menjaga independensi gerakan buruh.

“Kami ingin memastikan bahwa May Day tetap menjadi ruang perjuangan yang murni, bukan sekadar agenda seremonial. Aspirasi buruh harus disampaikan secara langsung dan nyata,” ujar Sanni.

Ia juga menambahkan bahwa seluruh langkah yang diambil telah melalui kesepakatan bersama di internal organisasi. “Ini bukan keputusan sepihak. Ini adalah hasil kesepakatan bersama,” lanjutnya. Sebagai bagian dari komitmen tersebut, KSPI tetap menyiapkan rencana aksi pada 1 Mei 2026. Aksi direncanakan akan dipusatkan di Kantor Gubernur Sulawesi Utara sebagai titik penyampaian aspirasi.

Dalam pelaksanaan aksi tersebut, KSPI Sulawesi Utara juga akan turun bersama simpatisan PARTAI BURUH sebagai bagian dari kekuatan solidaritas dalam mengawal isu-isu perburuhan. Namun, mengingat tanggal tersebut merupakan hari libur nasional, KSPI juga menyiapkan skenario lanjutan. Jika tidak ada pihak yang menerima massa aksi di kantor gubernur, maka titik aksi akan dialihkan ke lokasi kegiatan May Day yang difasilitasi pemerintah.

“Buruh harus tetap bersuara. Jika satu pintu tertutup, maka buruh akan mencari pintu lain untuk didengar,” kata Ferdinand.

Meski mengedepankan sikap tegas, KSPI memastikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan akan dilakukan secara damai, tertib, dan bermartabat.

Bagi KSPI, May Day 2026 bukan hanya tentang peringatan, tetapi tentang memastikan satu hal: suara buruh tidak boleh dibungkam, dan perjuangan tidak boleh digantikan oleh seremoni tanpa penyelesaian nyata atas persoalan buruh di Sulawesi Utara.

DoKaLo

spot_imgspot_img

Terbaru

spot_imgspot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here