Saturday, April 18, 2026
HomeUncategorizedMenuju Layanan Proaktif,BPJS Kesehatan Luncurkan 8 Program Inovasi Utama

Menuju Layanan Proaktif,BPJS Kesehatan Luncurkan 8 Program Inovasi Utama

Date:

JAKARTA, Jelajahterkini – Direksi baru BPJS Kesehatan periode 2026–2031 langsung tancap gas dengan meluncurkan delapan program prioritas (Quick Wins) yang ditargetkan rampung dalam 100 hari kerja pertama.

Langkah ini diambil untuk menjawab kebutuhan peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang menginginkan layanan cepat, responsif, dan solutif saat menghadapi kendala di lapangan.

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, menjelaskan bahwa delapan program tersebut terbagi dalam dua kategori besar, yakni Customer Centric dan Collaborative.

“Program Customer Centric kami fokuskan untuk menjawab kebutuhan fundamental peserta JKN, terutama dalam hal kecepatan respons dan solusi layanan. Sementara Program Collaborative memperluas jangkauan layanan melalui sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan,” ujar Pujo, Rabu (15/4/2026).

Empat program Customer Centric meliputi Respons Cepat Solutif, Iuran Kuat, Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) Muda, serta Eliminasi Inefisiensi. Salah satu inovasi utama dalam program ini adalah penguatan layanan digital, termasuk layanan administrasi melalui WhatsApp atau PANDAWA yang kini beroperasi 24 jam penuh.

Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan, Akmal Budi Yulianto, mengungkapkan bahwa layanan PANDAWA kini dapat diakses kapan saja melalui nomor 08118165165.

“Kami juga menghadirkan layanan prioritas dengan standar waktu respons kurang dari lima menit untuk kebutuhan tertentu, seperti penambahan anggota keluarga, pengaktifan kembali kepesertaan, hingga perbaikan data peserta,” jelas Akmal.

Transformasi digital ini mendapat dukungan dari pemerintah. Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menilai langkah tersebut sejalan dengan arah pembangunan menuju digital welfare state.

“Layanan publik harus bergerak dari reaktif menjadi proaktif. Digitalisasi menjadi kunci untuk menghadirkan layanan yang cepat dan efisien bagi masyarakat,” kata Meutya.

Apresiasi juga datang dari Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, yang menilai kemudahan akses layanan kesehatan menjadi fondasi penting dalam pembangunan sumber daya manusia.

Hal senada disampaikan Wakil Ketua BAZNAS RI, Zainul Tauhid Sa’adi, yang menyebut inovasi PANDAWA 24 jam sebagai langkah progresif dalam menghadirkan layanan tanpa batas ruang dan waktu.

Selain itu, program lainnya seperti Iuran Kuat mendorong optimalisasi pembayaran iuran melalui skema kolaboratif, termasuk CSR dan cicilan fleksibel. Sementara Prolanis Muda menyasar peserta usia di bawah 45 tahun yang menderita diabetes dan hipertensi.

Adapun program Collaborative mencakup P-Care MBG, Siswa Sehat Sekolah Rakyat, Desa Sehat JKN, serta JKN 3T yang menyasar wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar melalui kerja sama lintas sektor, termasuk dukungan layanan kesehatan dari TNI AL.

Melalui delapan program ini, BPJS Kesehatan menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan memperluas akses kesehatan bagi seluruh masyarakat Indonesia. (*)

spot_imgspot_img

Terbaru

spot_imgspot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here