Minahasa, Jelajahterkini – Laskar Manguni Indonesia (LMI) Minahasa menyoroti dugaan praktik mafia proyek di PT Nusantara Power, anak perusahaan PT PLN (Persero). Ketua LMI Minahasa, Noldi Lila alias Budo, menuding proses tender di perusahaan tersebut penuh permainan kotor yang hanya menguntungkan kelompok tertentu.
“Ini bukan lagi persaingan sehat, tapi sudah jadi ajang bagi-bagi proyek. Rakyat dirugikan karena hasil kerja tidak berkualitas,” tegas Budo, Senin (6/10/2025).
Sejumlah kontraktor mengaku menjadi korban permainan tender yang diduga sudah diatur sejak awal. Mereka bahkan mengklaim diminta membuat perencanaan proyek sesuai arahan pegawai, namun akhirnya disingkirkan. “Kami cuma dijadikan konsultan gratis,” ungkap salah satu kontraktor.
Ada pula laporan tentang oknum pegawai yang meminta uang muka atau material sebagai imbalan janji proyek. Namun janji itu tak pernah ditepati.
LMI Minahasa mendesak PLN untuk segera melakukan evaluasi total terhadap Nusantara Power dan membersihkan praktik yang merugikan negara. “Kami juga meminta aparat penegak hukum turun tangan membongkar dugaan persekongkolan tender dan suap,” tutup Budo.(V)




