Tuesday, February 17, 2026
HomeMinahasa UtaraRehabilitasi Mata Air 'Aer Tuang': Upaya Pelestarian Sumber Air di Tengah Ancaman...

Rehabilitasi Mata Air ‘Aer Tuang’: Upaya Pelestarian Sumber Air di Tengah Ancaman Krisis Lingkungan

Date:

Minut – Ditengah ancaman krisis lingkungan PT Tirta Investama Airmadidi (AQUA DANONE) bekerja sama dengan lembaga swadaya masyarakat Lestari Bumi Hijau melakukan rehabilitasi Mata Air “Aer Tuang” dan Sosialisasi Konservasi Sejak Dini, yang dilaksanakan pada Sabtu (10/5/2025).

Kegiatan ini merupakan bagian dari inisiatif konservasi sebagai bagian dari “Program Aqua Konservasi Minahasa Utara Lestari” sebagai langkah strategis dalam menjaga keberlanjutan sumber air bersih dan ekosistem sekitar.

PT Tirta Investama Airmadidi (AQUA DANONE) bersama LESTARI BUMI HIJAU berkolaborasi dengan Pemerintah setempat dalam Hal ini Lurah Kelurahan Saironsong Ibu Ivone Pantouw didukung oleh beberapa instansi antara lain KORAMIL Airmadidi, PUSKESMAS dan BPBD Minut, serta masyarakat setempat.

Mata air Aer Tuang, yang selama ini menjadi sumber utama air bersih bagi warga kelurahan Saironsong dan sekitarnya, mengalami penurunan kualitas air akibat dari pembuangan sampah liar yang sudah bertahun-tahun turun temurun ditempat ini. Rehabilitasi dilakukan melalui penanaman pohon beringin, pembersihan sampah diarea mata air.

Selain itu, upaya edukasi kepada masyarakat melaui sosiailasai Konservasi Sejak Dini kepada anak-anak sebagai penerus bangsa tentang pentingnya menjaga area mata air dan lingkungan sekitar tetap bersih bebas sampah.

Ezra Wantah mewakili pihak PT Tirta Investama Airmadidi (AQUA DANONE), menyatakan bahwa kegiatan Rehabilitasi Mata Air ini merupakan bentuk tanggung jawab PT Tirta Investama Airmadidi dalam menjaga ketahanan air dan lingkungan hidup bagi generasi kini dan mendatang.

” Kami berharap dengan dengan kegiatan ini dapat mengembalikan fungsi alami sumber air sebagai penopang ekosistem dan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Sementara Brivy Clif Lotulung ketua Lestari Bumi Hijau, menyatakan bahwa kegiatan ini diharapkan menjadi contoh pelestarian berbasis kearifan lokal.
“Aer Tuang bukan sekadar sumber air, tapi juga bagian dari identitas budaya masyarakat. Melalui rehabilitasi ini, kami ingin menghidupkan kembali semangat gotong-royong untuk menjaga alam. kami berharap pemerintah terus mendampingi proses pemulihan dan menjadikan kawasan Aer Tuang sebagai kawasan lindung berbasis masyarakat yang bebas dari Sampah,” ungkapnya.

Rehabilitasi ini menandai langkah penting dalam merespons krisis air yang mulai dirasakan di banyak wilayah, dan mendukung pemerintah dalam menjaga keberlanjutan lingkungan hidup.

spot_imgspot_img

Terbaru

spot_imgspot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here