Mitra Jelajahterkini.com – Suasana berbeda terasa di Kompleks Plaza Ratahan, Sabtu malam (23/05/2026), saat ribuan masyarakat larut dalam kemeriahan Puncak Perayaan Hari Ulang Tahun ke-19 Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra).
Tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, perayaan kali ini tampil lebih hidup dengan nuansa kebersamaan, pesta rakyat, serta semangat baru yang memperlihatkan optimisme daerah menuju masa depan yang lebih maju.

Gemerlap lampu panggung, antusiasme warga, hingga semarak hiburan rakyat menjadikan pusat Kota Ratahan dipenuhi energi sukacita. Masyarakat dari berbagai kecamatan tampak memadati lokasi kegiatan untuk ikut merasakan euforia ulang tahun daerah yang dikenal dengan slogan “Mitra Hebat” tersebut.
Momentum puncak perayaan ditandai dengan pemasangan lilin HUT ke-19 Kabupaten Minahasa Tenggara oleh Bupati Ronald Kandoli bersama Wakil Bupati Fredy Tuda, didampingi Ketua TP-PKK Stefa Kandoli Antou dan Wakil Ketua TP-PKK Sandra Tuda Kindangen.
Momen tersebut berlangsung hangat dan penuh makna, disaksikan jajaran Forkopimda serta tamu undangan yang hadir.

Turut hadir Ketua DPRD Mitra Sophia Antou, Kejari Minsel Albertus Roni Santoso, perwakilan Dandim 1302/Minahasa, perwakilan Ketua PN Tondano, Sekretaris Daerah David H. Lalandos bersama jajaran pemerintah daerah.
Pada kesempatan itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Utara Hendrik Pagiling turut menyerahkan sertifikat Kekayaan Intelektual Komunal untuk Kapia Makalupa dan Sopulut, serta sertifikat Indikasi Geografis Salak Pangu kepada Pemkab Mitra. Penyerahan tersebut menjadi simbol pengakuan terhadap kekayaan budaya dan potensi unggulan daerah yang terus dijaga dan dikembangkan.
Di tengah kemeriahan malam perayaan, Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara juga menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi pembangunan demi kesejahteraan masyarakat.
HUT ke-19 kali ini bukan hanya menjadi perayaan usia, tetapi juga refleksi perjalanan daerah yang terus bertumbuh dengan semangat persatuan, budaya, dan kebanggaan terhadap identitas lokal.




