Minahasa – Benteng Moraya merupakan salah satu icon di kabupaten Minahasa. Dimana Benteng ini bisa dibilang sebagai saksi bisu perlawanan masyarakat Minahasa terhadap Belanda.
Selain tempat bersejarah, Benteng Moraya juga dijadikan tempat wisata. Disini juga terdapat beberapa penari Kabasaran yang berpakaian perang serba merah dengan aksesori topi bulu burung, kalung tengkorak monyet, parang/senjata tradisional dengan raut wajah yang seram.
Mereka disini biasa menawarkan jasa foto bersama, memakai baju Kabasaran.

Dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) ke-79, Youla Lariwa Mantik, S.H., M.H. memberikan apresiasi kepada pelaku budaya ini dengan memberikan bantuan beras kepada beberapa penari kabasaran, Sabtu (17/8/2024).
Aneke Winantisan (59), Vera Rampen (67), dan Jantje Rantung (81) sangat bahagia menerima bantuan yang juga merupakan bentuk apresiasi YLM kepada mereka.
Opa Jantje pun memberikan harapannya nanti jika Youla Lariwa Mantik atau dikenal dengan YLM menjadi bupati Minahasa 2024 nanti.
“Saya berharap pengelolaan yang lebih baik lagi di kawasan Benteng Moraya. Seperti pemeliharaan fasilitas untuk lebih ditingkatkan, penambahan fasilitas dan pengelolaan yang lebih profesional, agar dapat menambah daya tarik benteng moraya supaya lebih banyak lagi pengunjung dan kami sebagai pelaku budaya dan sekaligus pelaku ekonomi dapat lebih mudah mencari rejeki di tempat ini,” ujarnya.
YLM melalui sekertaris tim merah putih YLM Minahasa Keter Frans Kawilarang menyampaikan, “Semoga apa yang kami berikan dapat bermanfaat untuk mereka. Ini merupakan bentuk apresiasi untuk mereka yang selalu bekerja menjaga budaya yaitu tarian kabasaran kebanggan masyarakat Minahasa,” tandasnya.




