Minahasa Utara, Jelajahterkini.com – Kabupaten Minahasa Utara kembali menunjukkan eksistensinya di panggung nasional melalui keikutsertaan dalam ajang bergengsi Putri Otonomi Indonesia (POI) 2026. Kegiatan audisi 20 besar finalis POI 2026 secara resmi dibuka oleh Sekretaris Jenderal Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) yang juga Bupati Minahasa Utara, Joune J.E. Ganda, didampingi Direktur Eksekutif APKASI, Sarman Simanjorang, di Hotel Horison Jakarta Selatan, Selasa (2/6/2026).
Dalam ajang tersebut, Annabelle D.A. Maliangkay tampil sebagai delegasi resmi Kabupaten Minahasa Utara. Kehadirannya didampingi langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Minahasa Utara, Jein Barantian. Partisipasi Annabelle menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Minahasa Utara karena kembali membawa nama daerah ke tingkat nasional.
Dalam sambutannya, Joune Ganda menegaskan bahwa Putri Otonomi Indonesia bukan sekadar ajang pencarian bakat atau kontes kecantikan. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan sarana strategis untuk melahirkan generasi muda yang mampu menjadi komunikator sekaligus promotor daerah otonom di seluruh Indonesia.
“Putri Otonomi Indonesia kami siapkan sebagai duta promosi daerah. Tugas mereka adalah menjadi komunikator yang membawa nama daerah ke tingkat nasional. Mereka harus mampu mempromosikan kekayaan alam, peluang investasi, pariwisata, hingga produk ekonomi kreatif dari masing-masing kabupaten. Ini adalah panggung bagi putri-putri milenial dari pelosok negeri untuk naik level dan bersinar,” ujar Joune Ganda.
Ia juga menekankan bahwa seluruh peserta POI 2026 merupakan perempuan muda berprestasi yang ditunjuk secara resmi oleh pemerintah kabupaten masing-masing. Karena itu, para peserta diharapkan mampu menampilkan tidak hanya kecantikan dan kepribadian yang baik, tetapi juga gagasan-gagasan inovatif yang dapat mendukung kemajuan daerah.
Sebagai utusan Minahasa Utara, Annabelle Maliangkay diharapkan mampu menjadi wajah promosi daerah yang memperkenalkan berbagai potensi unggulan Bumi Tonsea, mulai dari sektor pariwisata, kelautan, investasi, hingga ekonomi kreatif yang terus berkembang.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Minahasa Utara, Jein Barantian, menyampaikan optimisme terhadap kemampuan Annabelle dalam mengemban tugas sebagai duta daerah di tingkat nasional.
“Kami menitipkan nama Minahasa Utara kepada Annabelle. Ia kami percaya menjadi duta yang akan mempromosikan Pantai Likupang, kekayaan kuliner, serta budaya khas daerah kita. Ajang POI ini merupakan wadah yang sangat baik bagi putri-putri daerah untuk menunjukkan kemampuan, bakat, dan potensi mereka di tingkat nasional. Kami berharap Annabelle dapat mengharumkan nama Minahasa Utara dan meraih prestasi terbaik,” ungkap Jein.
Audisi 20 besar Putri Otonomi Indonesia 2026 menjadi awal perjalanan menuju tahapan kompetisi berikutnya. Annabelle bersama para delegasi dari berbagai kabupaten di Indonesia akan mengikuti serangkaian penilaian yang mencakup kemampuan komunikasi, wawasan, bakat, serta strategi promosi daerah.
Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara pun menyatakan dukungan penuh kepada Annabelle Maliangkay agar mampu menembus jajaran finalis nasional dan membawa pulang prestasi yang membanggakan bagi daerah. Dukungan masyarakat diharapkan menjadi motivasi tambahan bagi Annabelle dalam mengharumkan nama Minahasa Utara di ajang Putri Otonomi Indonesia 2026.
(*DoKaLo)




