Minahasa Utara, Jelajahterkini.com – Kabupaten Minahasa Utara (Minut) kembali menorehkan capaian membanggakan di tingkat internasional. Di bawah kepemimpinan Joune Ganda, daerah yang dikenal sebagai Bumi Tumatenden berhasil menembus posisi lima besar finalis dalam ajang penghargaan bergengsi UCLG Peace Prize 2026.
Prestasi tersebut menjadi pencapaian penting karena Minahasa Utara berhasil melewati proses seleksi dan kurasi yang ketat dengan menyisihkan sedikitnya 80 pemerintah daerah dari berbagai negara. Hasil penilaian dewan juri internasional mengantarkan Minut berdiri sejajar dengan sejumlah kandidat terbaik dunia pada fase final penghargaan tersebut.Sebagai bagian dari tahapan penilaian akhir, Bupati Joune Ganda menerima undangan resmi untuk menghadiri dan mempresentasikan capaian daerah dalam forum UCLG Congress 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 22–25 Juni 2026 di Tangier.
“Pihak UCLG mengundang kami secara resmi sekaligus menanggung seluruh biaya akomodasi selama di Maroko. Kesempatan ini akan kami gunakan untuk memaparkan potret nyata kerukunan dan harmonisasi kehidupan umat beragama di Minahasa Utara di hadapan dunia,” ujar Joune Ganda saat dikonfirmasi awak media, Jumat (22/5/2026).
Menurut Joune, keberhasilan Minahasa Utara menembus fase final tidak terlepas dari komitmen pemerintah daerah dalam menjaga toleransi dan merawat keberagaman masyarakat. Kondisi sosial yang aman dan harmonis dinilai menjadi fondasi utama dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
“Kami ingin menunjukkan di forum internasional bahwa Minahasa Utara merupakan daerah yang aman, damai, dan sangat menghargai pluralisme. Identitas ini bukan sekadar kebanggaan sosial, melainkan juga modal strategis untuk menjaring investasi asing,” jelasnya.
Ia menambahkan, paradigma investasi global saat ini telah mengalami perubahan. Investor tidak lagi hanya mempertimbangkan potensi sumber daya alam dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga melihat tingkat stabilitas sosial serta kepastian pembangunan di suatu daerah.
“Para pelaku usaha tentu mencari wilayah yang minim konflik, bebas diskriminasi, dan memiliki kepastian arah pembangunan. Keamanan serta toleransi tinggi adalah garansi utama yang kami tawarkan kepada komunitas global,” pungkas Joune.
Keberhasilan Minahasa Utara menembus jajaran finalis penghargaan internasional ini diharapkan dapat memperkuat citra daerah di mata dunia sekaligus menjadi daya tarik bagi investasi berkelanjutan yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
*(DoKaLo)




