
Manado, JelajahTerkini — Malam puncak Pemilihan Nyong Noni Kebudayaan Sulawesi Utara (NNKS) 2026 berlangsung meriah di Gedung Mapalus Kantor Gubernur Sulawesi Utara, Sabtu (10/5/2026). Dalam ajang bergengsi yang mengangkat nilai budaya dan jati diri generasi muda Sulut itu, Elfrido Tarima dari Kota Manado dan Militya Manopo dari Kabupaten Minahasa Tenggara berhasil meraih gelar Nyong dan Noni Kebudayaan Sulut 2026.
Keduanya sukses menyisihkan 19 finalis terbaik dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Utara setelah melewati tahapan penilaian yang ketat. Para peserta tidak hanya tampil memukau dengan busana adat daerah, tetapi juga diuji kemampuan wawasan budaya, public speaking, hingga pemahaman terhadap tantangan pelestarian budaya di era modern.
Ketua Dewan Pembina NNKS sekaligus Ketua Dewan Juri, Conny Waleleng, M.Th., menegaskan bahwa para pemenang dipilih melalui penilaian menyeluruh untuk memastikan mereka mampu menjadi representasi generasi muda pelestari budaya Sulawesi Utara.
“Nyong dan Noni Kebudayaan bukan hanya soal penampilan, tetapi juga tanggung jawab menjaga dan memperkenalkan warisan budaya daerah kepada masyarakat luas,” ujarnya.
Staf Khusus Gubernur Sulut Bidang Kepemudaan, Farist Soeharyo, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut memberikan apresiasi terhadap semangat generasi muda dalam menjaga identitas budaya daerah.
“Malam ini menjadi bukti bahwa anak muda Sulawesi Utara memiliki potensi besar dalam melestarikan budaya. Kami berharap NNKS terus bersinergi dengan pemerintah melalui berbagai program edukasi budaya dan kegiatan seni daerah,” kata Farist.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Corry Angelica Waleleng, M.Sc., menyampaikan rasa syukur atas suksesnya pelaksanaan kegiatan yang mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, sponsor, dan relawan.
Menurutnya, NNKS bukan sekadar ajang pemilihan, tetapi telah berkembang menjadi wadah pembinaan generasi muda dalam melestarikan budaya lokal sekaligus menjadi sarana diplomasi budaya Sulawesi Utara di tingkat nasional maupun internasional.
“NNKS terus berkomitmen menjaga eksistensi budaya daerah melalui program kreatif, kolaborasi digital, hingga promosi wisata budaya agar tetap relevan di tengah perkembangan zaman,” jelasnya.
Berikut para pemegang gelar utama NNKS 2026:
Nyong Kebudayaan Sulut 2026: Elfrido Tarima (Kota Manado)
Noni Kebudayaan Sulut 2026: Militya Manopo (Kabupaten Minahasa Tenggara)
Wakil I Nyong: Paulus Toporundeng (Kabupaten Minahasa)
Wakil I Noni: Hanako Kolanus (Kabupaten Minahasa Tenggara)
Wakil II Nyong: Rizki Rifai (Kota Manado)
Wakil II Noni: Mikha Sinaulan (Kabupaten Minahasa)
Ajang NNKS 2026 diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat peran generasi muda sebagai garda terdepan pelestarian budaya Sulawesi Utara di tengah arus modernisasi. (*)



