
MINAHASA, Jelajahterkini — Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI) Sulawesi Utara terus mendorong peningkatan kualitas dan standar keselamatan wisata pendakian melalui pelaksanaan Bimbingan Teknis dan Sertifikasi Mandiri Pemandu Gunung Indonesia yang digelar pada 8–9 Mei 2026 di Camping Ground Kengkang Waterfall, Tincep, Sonder, Sulawesi Utara.
Kegiatan ini diikuti 13 peserta dari berbagai daerah di Sulawesi Utara dan menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas sumber daya manusia di sektor wisata petualangan dan pendakian gunung.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta mendapatkan pembekalan materi berbasis Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) bidang kepemanduan wisata gunung.
Materi disampaikan langsung oleh Ketua DPProv APGI Sulawesi Utara yang juga Instruktur Nasional APGI, Arlen Kolinug. Selain teori kepemanduan, peserta juga dibekali pengetahuan mengenai manajemen perjalanan pendakian, mitigasi risiko, penanganan keadaan darurat, komunikasi lapangan, hingga etika pelestarian lingkungan gunung.
Pada hari kedua, peserta mengikuti uji kompetensi yang dipandu asesor dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pramindo Jakarta. Asesmen dilakukan melalui tes tertulis, wawancara, dan praktik lapangan guna memastikan kesiapan peserta dalam mendampingi wisatawan secara profesional dan aman.
Ketua DPProv APGI Sulawesi Utara, Arlen Kolinug, mengatakan sertifikasi mandiri tersebut merupakan langkah konkret organisasi dalam membangun standar kepemanduan gunung yang lebih profesional dan diakui secara nasional.
“Kami ingin memastikan pemandu gunung di Sulawesi Utara memiliki kompetensi yang sesuai standar nasional, sehingga mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan serta mendukung kemajuan pariwisata alam Indonesia,” ujar Arlen.
Ia menambahkan, kegiatan yang dilaksanakan secara mandiri tanpa subsidi pemerintah itu juga menjadi bentuk komitmen APGI dalam memperluas ekosistem wisata petualangan yang aman, berkelanjutan, dan berdaya saing.
Pemilihan Kengkang Waterfall sebagai lokasi kegiatan sekaligus menjadi ajang promosi destinasi wisata minat khusus di Sulawesi Utara yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan.
Melalui program sertifikasi ini, APGI berharap semakin banyak pemandu gunung tersertifikasi yang mampu mendukung pengembangan wisata alam Indonesia dengan mengedepankan keselamatan, profesionalisme, dan pelestarian lingkungan.(*)



