Saturday, June 20, 2026
HomeMinahasa UtaraIndonesia Kembali Berduka: Pemerintah Minut, Beri Penghargaan Maestro Budaya Nusantara Untuk...

Indonesia Kembali Berduka: Pemerintah Minut, Beri Penghargaan Maestro Budaya Nusantara Untuk Mendiang James F. Sundah

Date:

Minahasa Utara, Jelajahterkini.com – Dunia musik Indonesia kembali kehilangan salah satu putra terbaik bangsa. Komponis legendaris Indonesia, James F. Sundah, meninggal dunia di New York, Amerika Serikat, pada Kamis (7/5) waktu setempat.

Kepergian pencipta lagu legendaris “Lilin-Lilin Kecil” tersebut meninggalkan duka mendalam bagi insan musik Tanah Air sekaligus menjadi kehilangan besar dalam perjuangan hak kekayaan intelektual para musisi Indonesia. Semasa hidupnya, James dikenal sebagai musisi dan pencipta lagu yang melahirkan banyak karya monumental. Lagu-lagunya tidak hanya melekat di hati masyarakat, tetapi juga menjadi bagian penting dalam perjalanan industri musik nasional.

Tak hanya dikenal sebagai komponis berbakat, James juga merupakan sosok yang aktif memperjuangkan kesejahteraan para pencipta lagu melalui advokasi sistem royalti yang lebih adil bagi insan seni di Indonesia. Dalam dua tahun terakhir, James diketahui berjuang melawan kanker paru-paru. Berbagai upaya pengobatan telah dijalani demi kesembuhannya, termasuk meninggalkan kebiasaan merokok yang selama ini melekat dalam kehidupannya.

Namun kondisi kesehatannya terus menurun setelah sel kanker yang sempat melambat akhirnya menyebar ke organ liver dan tulang. Meski berada dalam kondisi fisik yang melemah, semangat berkaryanya tidak pernah padam. Di masa-masa akhir hidupnya, James masih sempat menciptakan lagu berjudul “Seribu Tahun Cahaya” yang dipersembahkan untuk sang istri dan dibawakan oleh Claudia Emmanuela Santoso. Lagu tersebut menjadi simbol cinta sekaligus bukti bahwa musik merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan hidupnya.

Sepanjang kariernya, James F. Sundah telah bekerja sama dengan sejumlah musisi besar Indonesia, di antaranya Chrisye, Ruth Sahanaya, hingga Nicky Astria. Bahkan, kemampuan diplomasi dan musikalitasnya juga membawanya berkolaborasi dengan Scorpions.

Selama berada di Amerika Serikat, James juga aktif memperjuangkan hak-hak para pencipta lagu, khususnya terkait sistem royalti musik agar para musisi mendapatkan penghargaan dan perlindungan yang layak atas karya mereka.

Atas dedikasi dan kontribusi besarnya terhadap dunia seni dan budaya, Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara di bawah kepemimpinan Bupati Joune Ganda bersama Wakil Bupati Kevin William Lotulung memberikan penghargaan Maestro Budaya Nusantara kepada almarhum James F. Sundah.

Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara menilai James sebagai figur yang berhasil mengangkat identitas lokal ke panggung internasional melalui karya-karyanya yang mendunia.

“Almarhum James F. Sundah adalah kebanggaan bangsa. Beliau tidak hanya menghadirkan karya-karya besar untuk Indonesia, tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi muda dalam menjaga kualitas, kreativitas, dan kecintaan terhadap budaya bangsa,” ujar jajaran Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara.

Rencananya, pada Senin (11/5), James F. Sundah akan dimakamkan di St. John Cemetery, salah satu pemakaman ikonik di New York yang menjadi tempat peristirahatan terakhir sejumlah tokoh penting dunia.

Kepergian James F. Sundah memang meninggalkan duka mendalam. Namun, warisan karya dan perjuangannya akan terus hidup dalam perjalanan musik Indonesia. Seperti lagu “Lilin-Lilin Kecil” yang melegenda, namanya akan tetap bersinar dan menjadi penerang bagi para musisi muda Indonesia untuk terus berkarya dan bermimpi tinggi.

Selamat jalan, Maestro. Karyamu akan selalu hidup di hati masyarakat Indonesia.

(DoKaLo)

spot_imgspot_img

Terbaru

spot_imgspot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here