Minut, Jelajahterkini.com – Langkah Bupati Minahasa Utara, Joune Ganda, dalam menuntaskan studi Strata Tiga (S3) Ilmu Pemerintahan menuai apresiasi luas. Pencapaian ini dipandang bukan sekadar prestasi akademik personal, melainkan simbol komitmen tinggi terhadap pengembangan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Tanah Tonsea.
Salah satu apresiasi datang dari tokoh pers Sulawesi Utara, Fernandus Yusi Adam. Jurnalis senior yang akrab disapa Nando, yang kini menjabat sebagai Koordinator Persatuan Jurnalis Biro Minahasa Utara (PJBM), menyebut keberhasilan ini sebagai teladan nyata bagi masyarakat luas.
Menurut Nando, keberhasilan meraih gelar Doktor di tengah padatnya agenda memimpin daerah adalah sebuah pencapaian luar biasa. Ia menilai sosok Joune Ganda berhasil mematahkan stigma bahwa jabatan tinggi dan kemapanan ekonomi seringkali membuat orang merasa cukup dalam belajar.
“Apa yang ditunjukkan Pak Bupati adalah bukti bahwa pendidikan tidak mengenal titik henti. Meski sudah menyandang tiga gelar Magister, beliau tetap menunjukkan rasa haus akan ilmu pengetahuan. Ini adalah booster motivasi bagi generasi muda di Sulawesi Utara,” ujar Nando.
Joune Ganda resmi menyandang gelar doktor ilmu pemerintahan setelah berhasil mempertahankan disertasi dalam sidang promosi doktor di Sekolah Pascasarjana Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jakarta Selatan pada Rabu (04/03/2026). Dalam sidang yang berlangsung hampir dua jam, ia memaparkan disertasi berjudul: “Implementasi Kebijakan Pengembangan Pariwisata Kawasan Metropolitan Bitung–Minahasa–Manado di Provinsi Sulawesi Utara”.
“Luar biasa bagaimana beliau bisa menyelaraskan tugas kepemimpinan dengan tuntutan akademik yang ketat. Disertasi yang beliau kembangkan juga sangat relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah, khususnya dalam pengembangan pariwisata yang menjadi salah satu tulang punggung ekonomi Minut,” tambah Nando.
Lebih jauh, Nando yang juga merupakan mantan Staf Khusus Bupati Bidang Media ini optimis bahwa bekal teori pemerintahan tingkat doktoral tersebut akan berimplikasi langsung pada kualitas kebijakan publik di Minahasa Utara. Integrasi antara pengalaman lapangan dan kedalaman akademis diyakini akan melahirkan tata kelola pemerintahan yang lebih presisi.
“Kita berharap, ilmu yang diperoleh bisa diwujudkan dalam kebijakan yang lebih terarah, berbasis bukti, dan mampu membawa perubahan nyata bagi kesejahteraan masyarakat Minahasa Utara,” ucap Nando.
Beberapa poin penting yang disoroti terkait pencapaian ini antara lain:
- Pendidikan sebagai Aset: Menjadi pengingat bagi pejabat publik, masyarakat, hingga lingkungan keluarga bahwa pendidikan adalah investasi jangka panjang yang tak ternilai.
- Dedikasi Tanpa Batas: Perjuangan membagi waktu antara tanggung jawab sebagai kepala daerah dan tuntutan akademik yang ketat patut diacungi jempol.
- Kebanggaan Daerah: Menambah daftar pemimpin daerah di Sulawesi Utara yang memiliki latar belakang Doktor Ilmu Pemerintahan, sebuah kualifikasi yang masih tergolong langka.
- Fondasi Minut Hebat: Menjadi modal intelektual untuk membawa Minahasa Utara ke arah pembangunan yang lebih terukur dan inovatif.
“Kami bangga memiliki figur pemimpin yang visioner sekaligus memiliki kapasitas akademik yang mumpuni. Selamat atas gelar Doktornya, semoga dedikasi ini menjadi berkat untuk kemajuan Minut yang lebih hebat ke depan,” pungkasnya.
(DoKaLo)




