Thursday, September 3, 2026
HomeMinahasa TenggaraDi Tengah Efisiensi Mitra Tetap Tancap Gas, JD Apresiasi Bupati RK

Di Tengah Efisiensi Mitra Tetap Tancap Gas, JD Apresiasi Bupati RK

Date:

MITRA Jelajahterkini — Di tengah kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat yang membuat sejumlah daerah harus menahan laju pembangunan, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) justru memilih untuk tetap bergerak.

Apresiasi terhadap langkah tersebut disampaikan mantan Wakil Bupati Minahasa Tenggara periode 2008–2013, Jeremia Damongilala, saat menghadiri undangan HUT Ny. Stefa Kandoli Antou, 1 September 2026.

Menurut Jeremia, kondisi fiskal sejumlah daerah saat ini cukup berat setelah adanya pengurangan dana transfer ke daerah. Namun, situasi tersebut dinilai tidak membuat Pemkab Mitra berhenti menjalankan program pembangunan.

“Setelah 18 bulan pelantikan kepala daerah oleh Presiden Prabowo, banyak kepala daerah yang stagnan. Bayar gaji saja susah, apalagi bangun infrastruktur. Ini dampak pemangkasan dana transfer ke daerah. Tapi di Mitra justru sebaliknya. Bupati Ronald Kandoli tetap tancap gas,” ujar Jeremia.

Ia kemudian menyoroti dua program besar yang saat ini menjadi perhatian di Kabupaten Mitra.

Pertama, pembangunan RSUD ‘Mitra Sehat’ dengan anggaran sekitar Rp250 miliar. Rumah sakit yang sebelumnya berstatus tipe D tersebut ditingkatkan menjadi tipe C. Peningkatan ini diharapkan memperluas layanan kesehatan sehingga masyarakat Mitra tidak harus selalu dirujuk ke luar daerah untuk mendapatkan pelayanan medis tertentu.

Program kedua adalah perbaikan infrastruktur jalan di seluruh kecamatan dengan total anggaran sekitar Rp69 miliar.

Jeremia menyebut anggaran tersebut merupakan inisiatif Bupati Ronald Kandoli melalui skema pinjaman bank untuk mempercepat pembangunan infrastruktur.

“Ini keberanian. Di saat APBD kita terbatas karena efisiensi, Bupati RK berani mengambil kebijakan dengan pinjaman bank demi kepentingan rakyat. Patut kita apresiasi,” katanya.

Selain peran eksekutif, Jeremia juga menyoroti sinergi dengan pemerintah provinsi. Ia memberikan apresiasi terhadap Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara Dapil Mitra–Minsel, Remly Kandoli, yang disebut aktif mengawal program-program prioritas bagi masyarakat Mitra.

“Kalau pusat pelan, daerah harus cari jalan. Sinergi antara Bupati RK di eksekutif dan Pak Remly di provinsi ini penting. Hasilnya langsung dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Menurut Jeremia, keberanian pemerintah daerah dalam mengambil langkah strategis di tengah keterbatasan fiskal dapat menjadi contoh bagi daerah lain.

“Keterbatasan anggaran bukan alasan untuk berhenti membangun, selama ada kemauan politik dan keberanian mengambil keputusan,” ujarnya.

Ia menegaskan, pembangunan tidak seharusnya selalu menunggu kondisi anggaran benar-benar ideal.

“Jangan tunggu dana turun baru kerja. Kalau bisa mulai sekarang, kenapa harus nanti. Itu yang dilakukan Bupati Ronald Kandoli saat ini,” tutup Jeremia.

Di sisi lain, upaya Pemkab Mitra dalam mendorong tata kelola pemerintahan yang bersih juga menjadi perhatian. Kabupaten Minahasa Tenggara disebut telah menerima penghargaan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam program Kabupaten/Kota Antikorupsi tingkat nasional.

Capaian tersebut menjadi catatan penting bahwa percepatan pembangunan dan komitmen terhadap tata kelola pemerintahan yang bersih dapat berjalan beriringan.

Dengan pembangunan infrastruktur, peningkatan layanan kesehatan, serta dorongan terhadap tata kelola pemerintahan yang berintegritas, Mitra di bawah kepemimpinan Ronald Kandoli dan Wakil Bupati Fredi Tuda terus berupaya menjaga momentum pembangunan di tengah tantangan efisiensi anggaran.

spot_imgspot_img

Terbaru

spot_imgspot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here