MINAHASA UTARA, Jelajahterkini.com – Kabupaten Minahasa Utara kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong inovasi pemerintahan yang berdampak langsung bagi masyarakat. Hal tersebut terlihat saat Bupati Minahasa Utara, Dr. Joune James Esau Ganda, mempresentasikan dua inovasi unggulan daerah di hadapan tim penilai Innovative Government Award (IGA) 2026, Kamis (5/11/2026).
Dalam presentasinya, Joune menegaskan bahwa inovasi pemerintahan tidak boleh sekadar menjadi program atau terobosan baru. Lebih dari itu, inovasi harus mampu menjawab persoalan nyata, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. IGA merupakan ajang penghargaan inovasi pemerintahan daerah yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri melalui Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN).
Dua inovasi yang menjadi andalan Kabupaten Minahasa Utara dalam penilaian tersebut adalah Our Simple Tax, sebuah terobosan digital untuk mempermudah pelayanan perpajakan sekaligus mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta Dapur CETUS JG-KWL, inovasi non-digital yang difokuskan pada pemenuhan gizi keluarga dan percepatan penanganan stunting. Keduanya mencerminkan arah pembangunan Minahasa Utara yang tidak hanya berorientasi pada pembenahan tata kelola pemerintahan, tetapi juga menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Mengawali pemaparannya, Joune menjelaskan posisi strategis dan potensi Kabupaten Minahasa Utara yang terdiri dari 10 kecamatan, 125 desa dan enam kelurahan. Letak geografis Minahasa Utara yang berada di antara Kota Manado dan Kota Bitung menjadi salah satu keunggulan daerah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan pembangunan. Dengan jumlah penduduk mencapai 232.848 jiwa pada 2025, Minahasa Utara juga menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari peningkatan PAD, kualitas pelayanan publik hingga persoalan kesehatan masyarakat, khususnya stunting.
Namun, berbagai tantangan tersebut justru menjadi pendorong bagi pemerintah daerah untuk terus membangun ekosistem inovasi. Joune memaparkan bahwa jumlah inovasi daerah di Minahasa Utara mengalami peningkatan. Pada 2024 tercatat sebanyak 65 inovasi, kemudian bertambah menjadi 82 inovasi pada 2026. Peningkatan tersebut juga berjalan seiring dengan perkembangan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Dari angka 74,69 pada 2022, IPM Minahasa Utara meningkat menjadi 77,76 pada 2025.
Menurut Joune, perkembangan tersebut tidak terlepas dari penguatan kelembagaan dan komitmen kepemimpinan daerah dalam membangun budaya inovasi di lingkungan pemerintahan.
Pemkab Minut telah membentuk Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA), tim koordinasi penguatan sistem inovasi daerah, serta mendorong gerakan satu perangkat daerah satu inovasi. Gerakan tersebut juga diperluas kepada pejabat pimpinan tinggi pratama, para camat hingga masyarakat agar budaya inovasi dapat berkembang secara menyeluruh. Dukungan lainnya diberikan melalui alokasi anggaran pembinaan inovasi, fasilitasi pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), kompetisi inovasi pelayanan publik hingga penyediaan klinik inovasi daerah.
Hasilnya, Minahasa Utara yang pada 2023 masih berada dalam kategori kurang inovatif berhasil meningkat menjadi kabupaten inovatif pada 2024 dan meraih predikat kabupaten sangat inovatif pada 2025. Our Simple Tax Permudah Pelayanan PajakSalah satu inovasi unggulan yang dipresentasikan Joune adalah Our Simple Tax. Inovasi berbasis digital ini dirancang untuk mempermudah masyarakat memperoleh informasi dan mengakses berbagai kebutuhan administrasi perpajakan daerah.
Melalui aplikasi tersebut, masyarakat dapat mengetahui persyaratan, prosedur hingga tahapan pengurusan pajak tanpa harus mencari informasi secara manual. Kehadiran inovasi ini diharapkan mampu memangkas waktu dan biaya pelayanan, meningkatkan kemudahan akses masyarakat, sekaligus mendukung optimalisasi penerimaan pajak daerah.
Dalam pelaksanaannya, Our Simple Tax dikembangkan melalui kolaborasi lintas perangkat daerah, termasuk Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), khususnya terkait persyaratan keterangan fiskal dalam proses penerbitan izin. Kolaborasi juga melibatkan Inspektorat dalam pembinaan dan pengawasan agar pelaksanaan inovasi berjalan sesuai ketentuan. Dampak positif inovasi tersebut turut terlihat dari capaian penerimaan pajak daerah. Joune menyampaikan bahwa realisasi penerimaan pajak daerah pada 2025 mencapai 107,13 persen dari target yang ditetapkan. Angka tersebut meningkat dibandingkan realisasi tahun sebelumnya yang berada pada posisi 92,39 persen. Menariknya, Our Simple Tax tidak hanya diterapkan di Minahasa Utara. Inovasi tersebut juga telah direplikasi oleh Pemerintah Kota Manado, Kota Tomohon dan Kota Bitung. Replikasi ini menunjukkan bahwa inovasi daerah yang dikembangkan Minahasa Utara memiliki potensi menjadi referensi bagi daerah lain dalam meningkatkan pelayanan perpajakan dan pengelolaan pendapatan daerah. Dapur CETUS JG-KWL Fokus Pemenuhan Gizi KeluargaSelain digitalisasi pelayanan pemerintahan, inovasi kedua yang menjadi perhatian tim penilai adalah Dapur CETUS JG-KWL. Program ini mengedepankan pendekatan jemput bola melalui pendistribusian makanan siap santap secara langsung ke rumah keluarga sasaran. Penerima manfaatnya meliputi ibu hamil, ibu menyusui dan balita. Berbeda dengan pola pelayanan yang hanya mengandalkan kehadiran masyarakat di posyandu, program ini memastikan makanan bergizi dapat menjangkau keluarga yang membutuhkan melalui pengantaran langsung. Pemanfaatan bahan pangan lokal juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program tersebut. Dengan mengoptimalkan potensi pangan daerah, pemerintah berupaya menghadirkan intervensi gizi yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat.
Joune menjelaskan, inovasi Dapur CETUS JG-KWL diarahkan untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi harian, meningkatkan berat badan balita serta mencegah risiko stunting sejak masa kehamilan. Dalam pemaparannya, ia turut menyampaikan perkembangan jumlah anak stunting di Minahasa Utara. Pada 2025 tercatat sebanyak 131 anak, kemudian menurun menjadi 102 anak pada semester pertama 2026.
Data tersebut menjadi salah satu indikator yang dipaparkan untuk menunjukkan perkembangan upaya intervensi pemerintah daerah dalam mempercepat penanganan stunting. Satu-satunya Kabupaten/Kota di Sulut yang Masuk NominasiKeikutsertaan Minahasa Utara dalam penilaian IGA 2026 juga menjadi perhatian tersendiri bagi Provinsi Sulawesi Utara. Berdasarkan informasi yang dipublikasikan media lokal pada 5 November 2026, Minahasa Utara tercatat sebagai satu-satunya kabupaten/kota di Sulawesi Utara yang berhasil masuk nominasi IGA 2026.
Secara nasional, BSKDN Kementerian Dalam Negeri mencatat sebanyak 57 pemerintah daerah mengikuti tahapan presentasi. Seluruh peserta terbagi dalam enam regional, yakni Sumatera, Jawa-Bali, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara-Maluku dan Papua, serta klaster khusus daerah perbatasan. Proses penilaian melibatkan 30 tim penilai dari 26 instansi yang terdiri dari unsur kementerian dan lembaga, akademisi, organisasi masyarakat sipil serta media.
Dalam tahapan presentasi yang berlangsung pada 3–5 November 2026, setiap kepala daerah diminta menjelaskan strategi penguatan ekosistem inovasi sekaligus memaparkan dua inovasi unggulan, masing-masing satu inovasi digital dan satu inovasi non-digital. Penilaian tidak hanya melihat kebaruan program, tetapi juga mempertimbangkan keberhasilan pelaksanaan, keberlanjutan serta dampak nyata yang dihasilkan bagi masyarakat.
Menutup presentasinya, Joune menyampaikan filosofi yang menjadi landasan pengembangan inovasi di Kabupaten Minahasa Utara, yakni De Mayento dan Madampakjo. Filosofi tersebut mengandung pesan bahwa inovasi tidak boleh berhenti dan setiap terobosan harus mampu menghasilkan dampak nyata.
Menurutnya, penghargaan bukanlah tujuan akhir dari sebuah inovasi. Hal yang lebih penting adalah bagaimana inovasi terus dikembangkan, diterapkan secara berkelanjutan, direplikasi oleh daerah lain dan memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat.
Masuknya Minahasa Utara dalam nominasi IGA 2026 menjadi momentum untuk memperlihatkan perkembangan pembangunan serta komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan pelayanan yang semakin berkualitas.
Melalui Our Simple Tax, Pemkab Minut berupaya memperkuat tata kelola perpajakan dan meningkatkan penerimaan daerah. Sementara Dapur CETUS JG-KWL menjadi pendekatan langsung dalam menjawab persoalan pemenuhan gizi keluarga dan penanganan stunting.
Dua inovasi tersebut memperlihatkan bahwa pembangunan daerah tidak cukup hanya diukur dari banyaknya program yang dilaksanakan, tetapi juga dari perubahan dan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Bagi Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara, inovasi bukan sekadar mengejar penghargaan, melainkan membangun budaya kerja pemerintahan yang mampu menghadirkan solusi dan menjawab kebutuhan masyarakat.
DoKaLo




