Sunday, October 25, 2026
HomeMinahasa UtaraBupati Joune Ganda Apresiasi Peternakan Modern PT SOW, Bidik Penguatan Bibit Unggul...

Bupati Joune Ganda Apresiasi Peternakan Modern PT SOW, Bidik Penguatan Bibit Unggul dan Kemitraan Peternak Lokal

Date:

Minahasa Utara, Jelajahterkini.com – Kunjungan kerja reses pimpinan dan anggota Komisi IV DPR RI ke PT Sulawesi Optima Wirakarya (PT SOW) di Desa Batu, Kecamatan Likupang Selatan, Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Jumat (9/10/2026), menjadi momentum untuk mendorong pengembangan peternakan babi modern terintegrasi di Sulawesi Utara.

Bupati Minahasa Utara, Dr. Joune J.E. Ganda, mengapresiasi kehadiran PT SOW yang menerapkan sistem peternakan modern berbasis genetika unggul. Menurutnya, pengembangan usaha tersebut berpotensi mendukung ketersediaan bibit ternak berkualitas, memenuhi kebutuhan daging babi, sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat.Dalam kunjungan tersebut, Bupati didampingi Asisten II, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, serta Camat Likupang Selatan.

Joune Ganda mengatakan, kunjungan Komisi IV DPR RI bertujuan melihat langsung operasional peternakan modern terintegrasi yang dikembangkan PT SOW di wilayah Minahasa Utara.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Direktur PT SOW, Andreas Surja Putra, atas upaya menghadirkan teknologi peternakan dan genetika unggul yang dinilai memiliki prospek bagi pengembangan sektor peternakan daerah.

Menurut Joune, tingginya kebutuhan daging babi di Sulawesi Utara menjadi peluang bagi pengembangan usaha tersebut, terutama dalam memperkuat pasokan bibit atau calon indukan unggul bagi peternak lokal.

“Perusahaan ini juga membangun kemitraan dengan peternak masyarakat, akademisi, dan para ahli hewan. Dengan demikian, ekosistem peternakan bisa terbentuk dan tentunya akan memberikan manfaat serta keuntungan bagi daerah dan masyarakat,” ujar Joune Ganda.

Sementara itu, Direktur PT SOW, Andreas Surja Putra, menjelaskan bahwa perusahaan menerapkan sistem closed house atau kandang tertutup untuk mengendalikan kondisi lingkungan peternakan, terutama suhu dan kelembapan, agar sesuai dengan kebutuhan ternak.

Menurut Andreas, sistem tersebut dipadukan dengan pengembangan ternak pure breed atau galur murni yang memerlukan penanganan khusus, termasuk dalam aspek pemeliharaan, kesehatan hewan, dan pengelolaan genetika.

Ia menyebutkan, PT SOW memiliki potensi produksi sekitar 7.000 hingga 8.000 ekor. Ternak yang memenuhi kualifikasi akan diprioritaskan sebagai calon indukan, sedangkan ternak yang tidak memenuhi kriteria tersebut dapat diarahkan untuk produksi daging.

Andreas menegaskan, perusahaan saat ini memprioritaskan penyediaan calon indukan bagi peternak di Sulawesi Utara agar mereka memperoleh akses terhadap genetika yang lebih unggul dan dapat meningkatkan produktivitas usaha.

Namun, menurutnya, penggunaan genetika baru harus diikuti kesiapan peternak, baik dari sisi pengetahuan, fasilitas kandang, maupun manajemen pemeliharaan.

Karena itu, PT SOW berencana memperluas edukasi melalui seminar dan sosialisasi kepada peternak. Kegiatan tersebut diharapkan membantu peternak memahami kebutuhan fasilitas, teknik pemeliharaan, serta pengelolaan ternak sebelum mengadopsi genetika unggul.

Andreas mengungkapkan, perusahaan telah melaksanakan sejumlah kegiatan sosialisasi, termasuk seminar di Manado dan partisipasi melalui stan pameran pada kegiatan ILDEX.

Ke depan, Minahasa Utara akan menjadi fokus awal pengembangan kemitraan. Perusahaan berharap dukungan pemerintah daerah dapat memperkuat upaya pencegahan penyakit ternak sekaligus mendorong pengembangan populasi secara terarah.

“Kami akan fokus terlebih dahulu di Minahasa Utara. Kami berharap, dengan dukungan pemerintah daerah, apa yang kami lakukan di Minahasa Utara bisa menjadi contoh bagi wilayah lain. Melalui kerja sama, kita dapat melakukan langkah-langkah preventif terhadap penyakit ternak dan mengembangkan populasinya,” kata Andreas.

Kunjungan reses Komisi IV DPR RI ini menegaskan pentingnya sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku usaha, peternak, akademisi, dan tenaga ahli dalam mengembangkan sektor peternakan.

Meski demikian, keberhasilan pengembangan peternakan modern tidak hanya ditentukan oleh kapasitas produksi dan teknologi, tetapi juga oleh kesiapan peternak lokal, pengendalian penyakit, pengelolaan lingkungan, serta keberlanjutan kemitraan.

Dengan dukungan dan pengawasan yang tepat, pengembangan PT SOW di Desa Batu diharapkan mampu memperkuat ketersediaan bibit unggul, meningkatkan kapasitas peternak, dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat Minahasa Utara dan Sulawesi Utara.

DoKaLo

spot_imgspot_img

Terbaru

spot_imgspot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here