Monday, October 26, 2026
HomeMinahasa UtaraKadisdik Minut Evelyn Sisilia Luntungan Ungkap Tantangan dan Inovasi Pendidikan di Era...

Kadisdik Minut Evelyn Sisilia Luntungan Ungkap Tantangan dan Inovasi Pendidikan di Era JG-KWL

Date:

Minahasa Utara, Jelajahterkini.com – Berbagai tantangan, pembenahan hingga inovasi sektor pendidikan menjadi bahasan utama dalam kegiatan OPD Connects with Professional Wartawan Minahasa Utara (PROWN) yang menghadirkan Kepala Dinas Pendidikan Minahasa Utara, Dr. Evelyn Sisilia Luntungan, S.IP., M.A.P., sebagai narasumber, Rabu (7/10/2026).

Mengusung tema “Membaca Tantangan dan Arahan Pendidikan Minut di Bawah Kepemimpinan JG-KWL”, forum tersebut menjadi ruang dialog antara Dinas Pendidikan dan insan pers untuk membahas program, kebijakan, inovasi serta pembenahan pendidikan di Minahasa Utara.

Evelyn menegaskan, pendidikan merupakan urusan pemerintahan wajib yang berkaitan dengan pelayanan dasar. Karena itu, pemerintah memiliki tanggung jawab besar memastikan program pendidikan berjalan secara baik sekaligus mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

“Peningkatan pendidikan memiliki tanggung jawab besar terhadap peningkatan sumber daya manusia di Kabupaten Minahasa Utara. Semua itu berkaitan dengan visi dan misi pemerintah daerah, termasuk tata kelola pemerintahan yang baik dan benar,” ujar Evelyn.

Menurutnya, anak-anak yang saat ini berada di jenjang PAUD, TK, SD hingga SMP merupakan bagian penting dari masa depan Minahasa Utara. Karena itu, berbagai program harus diterjemahkan secara teknis dan terus dikembangkan melalui inovasi.Salah satu fokus pembenahan Dinas Pendidikan adalah kebersihan, kelayakan toilet serta ketersediaan air di sekolah.

Evelyn mengatakan, pihaknya telah melakukan identifikasi terhadap satuan pendidikan yang membutuhkan pembenahan berdasarkan tingkat urgensi dan kondisi nyata di lapangan.

“Biar ada toilet, kalau tidak ada air, tetap tidak bisa digunakan. Itu dua hal yang saling berkaitan,” tegasnya.

Persoalan tersebut dinilai semakin penting di tengah kondisi kemarau dan cuaca panas yang terjadi. Dinas Pendidikan juga membuka peluang kolaborasi dengan PDAM untuk mendukung pemenuhan kebutuhan air bagi sekolah yang membutuhkan.

Selain sarana dasar, Dinas Pendidikan Minut juga memberikan perhatian terhadap digitalisasi pendidikan.

Sejumlah sekolah, termasuk di wilayah kepulauan, mulai mendapat dukungan perangkat pembelajaran digital seperti interactive flat panel. Namun, Evelyn mengakui bahwa digitalisasi tidak cukup hanya dengan menyediakan perangkat.

Kemampuan guru dalam memanfaatkan teknologi dan internet juga harus terus diperkuat agar perangkat tersebut benar-benar mendukung proses pembelajaran.

Untuk memperkuat komunikasi antara sekolah, guru, siswa, orang tua dan pemerintah, Dinas Pendidikan juga merencanakan pengembangan platform komunikasi dan pengaduan pendidikan yang ditargetkan mulai dikembangkan untuk program kerja 2027.

Platform tersebut diharapkan dapat membuat setiap laporan dan pengaduan terdokumentasi sehingga lebih mudah dipantau dan ditindaklanjuti.

Dalam forum tersebut, Evelyn juga mengapresiasi peran wartawan dalam menyampaikan informasi pembangunan kepada masyarakat.

Ia menilai, komunikasi dengan insan pers penting untuk mendapatkan masukan sekaligus memperbaiki pelaksanaan program di lapangan.

“Kita semua perlu belajar, termasuk dari teman-teman jurnalis. Banyak masukan, informasi dan pembelajaran yang bisa kita terima untuk membangkitkan dan memperbaiki eksekusi yang ada di Dinas Pendidikan,” katanya.

Kegiatan yang dipandu Sekretaris PROWN dan turut didampingi Ketua PROWN Edwin Bawole tersebut kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab.

Forum ini diharapkan tidak berhenti sebagai dialog, tetapi menjadi bagian dari penguatan komunikasi, transparansi informasi dan kontrol sosial terhadap berbagai program pendidikan di Kabupaten Minahasa Utara.

DoKaLo

spot_imgspot_img

Terbaru

spot_imgspot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here