Minahasa Utara, Jelajahterkini.com — Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) di Lapangan Upacara Kantor Bupati Minahasa Utara, Rabu (23/9/2026).

Upacara tersebut dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa Utara, Ir. Novly G. Wowiling, M.Si., yang bertindak sebagai Inspektur Upacara.
Dalam amanatnya, Novly mengatakan, peringatan HUT ke-62 Provinsi Sulawesi Utara tidak boleh dimaknai sebatas seremoni tahunan. Momentum tersebut harus menjadi ruang untuk mengenang perjalanan sejarah daerah sekaligus melakukan refleksi terhadap berbagai capaian pembangunan yang telah dilaksanakan.

Ia mengingatkan, Sulawesi Utara resmi menjadi daerah otonom pada 23 September 1964. Perjalanan selama 62 tahun, menurutnya, merupakan sejarah panjang yang diwarnai berbagai keberhasilan, namun masih menyisakan pekerjaan rumah yang harus diselesaikan secara bersama-sama.
“Apa yang kita capai hari ini merupakan mata rantai dari kerja keras generasi sebelumnya. Karena itu, warisan tersebut harus kita lanjutkan, bahkan kita kembangkan dengan semangat yang sama, agar tidak hanya menjadi catatan sejarah, tetapi harus hidup dalam setiap langkah pembangunan dan pengabdian,” ujar Novly dalam amanatnya.
Capaian Pembangunan Harus Menjadi Bahan EvaluasiNovly menegaskan, berbagai capaian pembangunan yang telah diraih patut disyukuri. Namun, capaian tersebut tidak boleh membuat pemerintah dan seluruh elemen masyarakat cepat berpuas diri.
Ia menyampaikan sejumlah indikator pembangunan Sulawesi Utara, di antaranya pertumbuhan ekonomi hingga akhir semester I yang disebut mencapai 5,42 persen. Sementara Indeks Pembangunan Manusia (IPM) berada pada angka 76,32.Adapun angka kemiskinan disebut berada pada level 6,3 persen, sedangkan inflasi daerah pada periode yang disampaikan dalam amanat berada di angka 2,53 persen.
Menurut Novly, capaian tersebut harus menjadi pijakan untuk terus melakukan pembenahan sekaligus meningkatkan kualitas pembangunan.
Reformasi dan evaluasi secara berkala, katanya, tetap diperlukan secara jujur dan objektif untuk mengidentifikasi berbagai program maupun kebijakan yang masih membutuhkan penyempurnaan.
Dengan evaluasi tersebut, kebijakan pembangunan ke depan diharapkan dapat berjalan lebih efektif dan efisien serta memberikan dampak yang semakin nyata terhadap kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.
“Setiap pencapaian yang berhasil kita torehkan bukanlah titik akhir, melainkan sebuah landasan pijak yang kokoh untuk melangkah maju dengan penuh keyakinan,” tegasnya.
Dorong Infrastruktur dan Pertumbuhan EkonomiLebih lanjut, Novly mengajak seluruh pihak mengarahkan perhatian pada target dan peluang pembangunan yang lebih besar.
Menurutnya, keberlanjutan program strategis, peningkatan kualitas infrastruktur serta percepatan pertumbuhan ekonomi merupakan bagian penting dalam mewujudkan lompatan pembangunan Sulawesi Utara.
Potensi besar yang dimiliki daerah, lanjutnya, harus diiringi tekad, dedikasi dan kerja bersama agar Sulawesi Utara mampu menjadi daerah yang semakin berdaya saing, mandiri dan tangguh dalam menghadapi dinamika perubahan zaman.
Mapalus Jadi Kekuatan Membangun SulutDalam amanat tersebut, semangat gotong royong dan mapalus turut menjadi perhatian. Novly menyebut kedua nilai tersebut sebagai kekuatan sekaligus jati diri masyarakat Sulawesi Utara.
Ia menekankan, cita-cita besar pembangunan tidak mungkin diwujudkan apabila setiap elemen berjalan sendiri-sendiri. Karena itu, sinergi dan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, komunitas serta seluruh lapisan masyarakat harus terus diperkuat.
“Kita harus menyadari bahwa cita-cita ini tidak akan pernah tercapai jika kita berjalan sendiri-sendiri. Karena itu, kita semua wajib mengutamakan sinergi dan kolaborasi yang kuat di antara seluruh lapisan,” ujarnya.
Novly mengajak seluruh masyarakat menjadikan HUT ke-62 Provinsi Sulawesi Utara sebagai momentum untuk mengenang jasa para pendahulu, mengevaluasi berbagai hal yang telah dikerjakan, sekaligus menyusun langkah strategis untuk masa depan.
Dengan mengusung semangat “Sulut Maju”, seluruh elemen daerah diajak menerjemahkan tema tersebut melalui kerja nyata, kebersamaan dan kolaborasi.
“Mari kita letakkan seluruh pencapaian sebagai landasan untuk melangkah lebih jauh dan kita arahkan pandangan pada tujuan bersama demi kemajuan bersama,” katanya.
Ia kembali mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjunjung tinggi semangat gotong royong dan mapalus sebagai kekuatan dalam membangun Sulawesi Utara.
“Mari kita melaju bersama, bekerja bersama, saling menopang, saling menguatkan dan bersatu untuk membangun daerah menuju Sulawesi Utara yang maju, sejahtera, berkelanjutan,” ajaknya.
Mengakhiri amanatnya, Novly menyampaikan bahwa peringatan HUT ke-62 Provinsi Sulawesi Utara harus menjadi momentum untuk memperkuat tekad bersama dalam melanjutkan pembangunan daerah.
“Selamat memperingati Hari Ulang Tahun ke-62 Provinsi Sulawesi Utara bagi kita semua. Kiranya penyertaan dan perlindungan Tuhan senantiasa menyertai setiap langkah dan pengabdian kita,” tutupnya.
Upacara HUT ke-62 Provinsi Sulawesi Utara di Kabupaten Minahasa Utara tersebut menjadi momentum untuk mengenang perjalanan sejarah daerah, mensyukuri berbagai capaian pembangunan, sekaligus memperkuat komitmen seluruh elemen masyarakat dalam membangun Sulawesi Utara secara bersama-sama.
DoKaLo




