Wednesday, September 23, 2026
HomeMinahasa UtaraDirektur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri Kembangkan FABA Jadi Material Bernilai Guna

Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri Kembangkan FABA Jadi Material Bernilai Guna

Date:

Minahasa Utara, Jelajahterkini.com – Komitmen mewujudkan lingkungan yang Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) terus didorong melalui kolaborasi lintas Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Salah satu langkah yang dikembangkan adalah pemanfaatan limbah industri menjadi material yang memiliki nilai guna dan manfaat bagi masyarakat.

Program ASRI yang merupakan gagasan Presiden Prabowo Subianto pertama kali mengemuka dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul pada Februari 2026. Program tersebut diarahkan untuk mendorong terciptanya lingkungan yang bersih, hijau, sehat, aman, dan tertata di berbagai wilayah Indonesia.

Dalam implementasinya, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri mendapat arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk turut mendorong pelaksanaan Program ASRI melalui berbagai langkah konkret di lapangan.

Arahan tersebut kemudian diterjemahkan melalui sejumlah kegiatan pembenahan lingkungan, mulai dari penanaman pohon, pembersihan aliran sungai, pengelolaan sampah dengan konsep 3R (reduce, reuse, recycle), hingga pemanfaatan sampah dan limbah agar dapat diolah menjadi energi maupun material yang kembali memiliki nilai guna.

Salah satu bagian dari gerakan tersebut adalah program gentengisasi yang diarahkan untuk mendorong penggunaan genteng sebagai alternatif pengganti atap rumah yang masih menggunakan seng maupun asbes.

Penggunaan genteng diharapkan dapat mendukung terciptanya hunian yang lebih sehat, nyaman, dan tertata. Dalam pengembangannya, konsep gentengisasi juga diarahkan untuk memanfaatkan material hasil pengolahan limbah industri sebagai salah satu bahan campuran.

Untuk melihat secara langsung potensi tersebut, Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri bersama tim melakukan kunjungan kerja ke Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Amurang di Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara.Kunjungan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya melihat potensi pemanfaatan fly ash and bottom ash (FABA), yakni material sisa yang dihasilkan dari proses pembakaran batu bara.

Di PLTU Amurang, PT PLN (Persero) telah mengembangkan pengolahan FABA menjadi berbagai material yang dapat dimanfaatkan kembali. Material tersebut antara lain digunakan sebagai bahan baku semen, batako, paving block, hingga material pengeras jalan.

Pemanfaatan tersebut menunjukkan bahwa FABA tidak hanya dipandang sebagai sisa proses pembakaran, tetapi dapat diolah menjadi material yang memiliki nilai manfaat untuk mendukung berbagai kebutuhan pembangunan.

Pengembangan pemanfaatan FABA kemudian diarahkan lebih luas melalui sinergi strategis antara Pertamina, Danantara, PLN, dan sejumlah BUMN lainnya.Salah satu rencana yang tengah didorong adalah pemanfaatan fly ash sebagai bahan pencampur dalam pembuatan genteng untuk mendukung program gentengisasi.

Langkah tersebut diharapkan dapat mempertemukan dua kepentingan sekaligus, yakni pengelolaan limbah industri secara lebih produktif serta penyediaan material yang dapat mendukung program penataan dan peningkatan kualitas lingkungan.

Simon Aloysius Mantiri menegaskan bahwa pengembangan pemanfaatan FABA merupakan salah satu contoh bagaimana limbah industri dapat diberikan nilai tambah melalui inovasi dan kolaborasi.

“Kita ingin melihat bagaimana material yang selama ini merupakan bagian dari sisa proses industri dapat dimanfaatkan kembali dan memberikan nilai tambah. Ini menjadi bagian dari semangat ASRI, bagaimana lingkungan dijaga sekaligus masyarakat dapat merasakan manfaatnya,” ujar Simon.

Menurut Simon, kolaborasi antarlembaga menjadi bagian penting dalam mengembangkan berbagai inovasi tersebut.

Karena itu, pemanfaatan FABA tidak berhenti pada pengolahan menjadi material konstruksi, tetapi terus dikembangkan untuk mencari kemungkinan pemanfaatan lain yang dapat memberikan manfaat lebih luas.Ia juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran PLN dan tim PLTU Amurang yang telah mengembangkan pemanfaatan FABA.

“Apa yang dilakukan di PLTU Amurang ini menunjukkan bahwa inovasi dan kolaborasi bisa membuat limbah memiliki manfaat baru. Kita akan terus mendorong agar potensi seperti ini dapat dikembangkan dan memberi dampak yang lebih luas,” kata Simon.

Sinergi Pertamina, PLN, Danantara, dan BUMN lainnya menjadi bagian dari upaya mendukung agenda lingkungan pemerintah melalui pendekatan kolaboratif serta pemanfaatan teknologi.Dengan pengembangan FABA menjadi berbagai produk, termasuk rencana pemanfaatannya sebagai bahan campuran genteng, limbah industri diharapkan dapat memiliki nilai ekonomi sekaligus mendukung kebutuhan masyarakat.

Pengembangan tersebut juga menjadi salah satu bentuk implementasi Program ASRI melalui pengelolaan lingkungan yang tidak hanya berorientasi pada kebersihan, tetapi juga pemanfaatan sumber daya secara berkelanjutan.

Melalui kolaborasi lintas BUMN dan inovasi pemanfaatan limbah, Program ASRI diharapkan terus berkembang menjadi gerakan yang mampu menghadirkan lingkungan yang Aman, Sehat, Resik, dan Indah, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

DoKaLo

spot_imgspot_img

Terbaru

spot_imgspot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here