Monday, September 21, 2026
HomeMinahasa UtaraKebakaran Kembali Melanda Kaki Dian, Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Api di Empat...

Kebakaran Kembali Melanda Kaki Dian, Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Api di Empat Titik

Date:

MINAHASA UTARA, Jelajahterkini.com – Kebakaran hutan dan lahan kembali melanda kawasan wisata Kaki Dian, Kelurahan Airmadidi Atas, Kecamatan Airmadidi, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara. Kobaran api dilaporkan muncul di sedikitnya empat titik dan dengan cepat meluas akibat kondisi kawasan yang kering setelah dilanda kemarau berkepanjangan. Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (20/9/2026).

Pepohonan, rumput, serta ranting-ranting yang mengering menjadi material yang mudah terbakar sehingga mempercepat penjalaran api di kawasan tersebut.

Kondisi itu langsung mendapat penanganan dari Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara bersama unsur terkait. Untuk mencegah api semakin meluas dan mendekati kawasan permukiman, proses pemadaman dilakukan secara bersama-sama oleh TNI, Polri, BPBD Minut, Damkar Minut, AWC Brimob Polda Sulut, Dinas Kehutanan, pemerintah kelurahan, relawan, serta masyarakat setempat.

Pantauan di lokasi menunjukkan kendaraan pemadam kebakaran milik Pemkab Minut bersama bantuan dari Kodim Bitung terus bergerak mengambil dan memasok air ke titik-titik kebakaran.

Medan yang berat membuat proses pemadaman tidak mudah. Sejumlah personel bahkan terlihat kelelahan setelah berjibaku memadamkan api dalam waktu cukup panjang.

Meski demikian, upaya pemadaman tetap dilakukan tanpa henti. Kebakaran telah memasuki hari kedua, dengan proses penanganan berlangsung sejak siang hingga malam hari.Kapolres Minahasa Utara melalui Plh Kabag Ops Polres Minut, AKP D. Rungkat, mengatakan pihak kepolisian mengerahkan sekitar 30 personel untuk membantu proses pemadaman karena titik api tersebar di sejumlah lokasi.

“Kolaborasi dan gotong royong, kami dari unsur Polri dan TNI serta relawan, Damkar, BPBD, Dinas Kehutanan, AWC Brimob Polda Sulut dan Pemerintah Kelurahan serta masyarakat ikut serta dalam rangka memadamkan kebakaran hutan di Kaki Dian. Kita berkolaborasi semuanya setelah menerima informasi,” ujar Rungkat.

Menurut Rungkat, penyebab pasti kebakaran hingga kini masih dalam pendalaman pihak kepolisian. Kondisi panas dan kemarau berkepanjangan menjadi salah satu faktor yang sedang diperhatikan.

“Penyebabnya kami belum telusuri lebih mendalam karena ini mungkin iklim panas yang berkepanjangan. Kami turunkan sekitar 30 orang anggota Polres karena titik api menyebar,” jelasnya.

Selain membantu proses pemadaman, kepolisian mengimbau masyarakat yang tidak memiliki kepentingan untuk tidak memasuki lokasi kebakaran. Imbauan tersebut disampaikan demi keselamatan warga karena kondisi medan cukup berat dan kobaran api masih berpotensi membahayakan.

Sementara itu, Kepala BPBD Minahasa Utara, Theodor Lumingkewas, mengatakan Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara telah menetapkan status tanggap bencana menyusul kondisi kekeringan dan kebakaran hutan yang terjadi di sejumlah titik.

“Bupati Minahasa Utara Joune Ganda dan Forkopimda sudah menetapkan status tanggap bencana untuk Kabupaten Minahasa Utara sejak terjadi kekeringan dan kebakaran hutan yang terjadi di banyak titik. Itu tindak lanjut atas instruksi Bupati,” kata Lumingkewas.

Lumingkewas menegaskan, penanganan kebakaran tidak dapat dilakukan hanya oleh satu instansi. Keterlibatan berbagai unsur menjadi bagian penting dalam menghadapi kondisi tersebut.

“Kita berkolaborasi semua unsur dari TNI, Polri, Damkar, pemerintah kecamatan, lurah, dan relawan yang sangat banyak. Ini kepentingan kita bersama sehingga tidak mungkin bekerja sendiri,” tegasnya.

Ia juga mengungkapkan sejumlah kendala yang dihadapi tim gabungan selama proses pemadaman. Selain medan yang cukup berat, luas kawasan yang terbakar dan kondisi cuaca panas membuat api lebih cepat merambat.

“Kendalanya medan yang cukup berat, luasan yang cukup besar, cuaca yang panas sehingga perambatan api lebih cepat. Area terbakar besar, personil sedikit walaupun banyak tapi titik api banyak, cukup melelahkan. Teman-teman Damkar dari kemarin sampai tadi pagi masih melakukan pemadaman dan hari ini lanjut lagi,” tutupnya.

Hingga saat ini, tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, Damkar, AWC Brimob Polda Sulut, Dinas Kehutanan, pemerintah setempat, relawan, serta masyarakat masih terus berjibaku melakukan pemadaman.

Upaya tersebut difokuskan untuk mengendalikan dan memadamkan seluruh titik api sekaligus mencegah kobaran api merambat lebih jauh, terutama ke arah kawasan permukiman warga.

DoKaLo

spot_imgspot_img

Terbaru

spot_imgspot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here