Minahasa Utara, Jelajahterkini.com – Hermina Masye Dondokambey, S.Pd., resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Hukum Tua Desa Kaima, Kecamatan Kauditan, Kabupaten Minahasa Utara, dalam tahapan Pemilihan Hukum Tua (Pilhut) serentak, Jumat (18/9/2026).
Hermina yang dikenal aktif dalam pelayanan gerejawi dan dipercayakan sebagai Penatua Jemaat, menyatakan keikutsertaannya dalam Pilhut dilandasi kerinduan untuk turut membangun Desa Kaima menjadi desa yang semakin maju, mandiri, sejahtera dan diberkati Tuhan.
Usai mendaftarkan diri, Hermina menyampaikan terima kasih atas kesempatan serta dukungan yang diberikan kepadanya. Menurutnya, keinginannya untuk maju dalam Pilhut merupakan bagian dari kerinduan bersama untuk menghadirkan kehidupan masyarakat yang lebih baik.
“Terima kasih. Yang pertama, ini satu kerinduan untuk membangun Desa Kaima agar Kaima boleh maju menjadi desa yang mandiri, menjadi desa yang benar-benar diberkati oleh Tuhan lewat tugas dan tanggung jawab yang dipercayakan bagi kami nantinya ke depan,” ungkap Hermina.
Hermina menilai pembangunan desa tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Menurutnya, keterlibatan dan kebersamaan seluruh masyarakat menjadi bagian penting dalam mendorong kemajuan Desa Kaima.
Ia juga menyoroti pentingnya perhatian terhadap berbagai kelompok masyarakat, mulai dari lanjut usia (lansia), ibu menyusui, anak-anak sebagai generasi penerus, hingga masyarakat secara umum.
“Bagaimana perkembangan saat ini, selalu ada dalam kehidupan orang semua. Pertama lansia yang benar-benar memang sehat, kuat dalam pelayanan, ibu menyusui, begitu juga anak-anak yang bagaimana membangun generasi yang akan datang,” tuturnya.
Selain pembangunan sosial, Hermina mengatakan aspek infrastruktur dan perekonomian masyarakat juga harus menjadi perhatian.
“Begitu juga dengan masyarakat, baik infrastruktur maupun perekonomian yang ada di Desa Kaima ini. Orang ingin bangun agar supaya kesejahteraan menjadi milik orang semua,” lanjutnya.
Mengenai target dalam Pilhut Desa Kaima, Hermina menegaskan bahwa dirinya menyerahkan seluruh proses dan hasil pemilihan kepada Tuhan.
Menurutnya, setiap langkah yang ditempuh harus dilandasi doa serta keyakinan bahwa Tuhan memiliki rencana bagi setiap orang.
“Semua dalam kehendak Tuhan. Jadi untuk ini, Tuhan serahkan kepada Tuhan. Ketika Tuhan minta, bermohon kepada Tuhan, kehendak Tuhan yang jadi bagi Tuhan. Kami selalu berlandaskan kepada Tuhan,” ujarnya.
Meski demikian, Hermina menegaskan dirinya tetap optimistis menjalani seluruh tahapan pencalonan. Baginya, optimisme dan doa harus berjalan bersama tanpa mengesampingkan kehendak Tuhan.
Hermina juga mengajak masyarakat Desa Kaima menjadikan Pilhut sebagai pesta demokrasi yang tetap mengedepankan persatuan dan persaudaraan.
Ia mengingatkan agar perbedaan pilihan tidak menjadi alasan terjadinya perpecahan di tengah masyarakat.
“Satu himbauan bagi orang semua, pesta demokrasi ini adalah milik orang semua, sehingga jangan karena ada pemilihan Hukum Tua, saudara-saudara terjadi perpecahan,” katanya.
Ia mengangkat ungkapan yang akrab di tengah masyarakat Kaima, yakni “baku enak” atau “baku skate”, sebagai gambaran pentingnya menjaga hubungan baik, kebersamaan dan persaudaraan.
Menurut Hermina, siapa pun yang nantinya memperoleh kepercayaan masyarakat harus mampu membawa Desa Kaima menuju kehidupan yang lebih baik.
“Lewat pemilihan Hukum Tua ini, orang bersatu, orang saling mendukung. Sportivitas yang selalu ada agar supaya pemimpin yang orang doakan, orang minta kepada Tuhan untuk memimpin delapan tahun ke depan adalah pemimpin yang benar-benar Tuhan beri, Tuhan taruh hikmat,” ungkapnya.
Ia pun mengajak masyarakat untuk terus menjaga semangat kebersamaan.
“Baku-baku baik, baku-baku sayang, baku-baku topang orang-orang Kaima,” tambah Hermina.
Terkait adanya dua bakal calon yang akan mengikuti proses Pilhut Desa Kaima, Hermina menyatakan dirinya tetap optimistis menjalani seluruh tahapan pemilihan.
Menurutnya, seseorang yang telah memutuskan maju dalam sebuah proses pencalonan harus memiliki keyakinan dan tidak boleh pesimis.
“Orang ini ketika Torang maju dalam proses untuk menjadi calon, tidak pernah pesimis, selalu optimis untuk menang. Karena ketika orang-orang berdoa, apa yang orang-orang doakan pasti dijawab oleh Tuhan,” tegasnya.
Hermina menyatakan kesiapannya mengikuti seluruh proses Pilhut Desa Kaima dengan tetap mengedepankan doa, persaudaraan, sportivitas serta semangat membangun desa.
Ia berharap seluruh tahapan Pilhut dapat berjalan aman, damai dan demokratis. Baginya, momentum Pilhut bukan semata-mata kompetisi antarkandidat, melainkan kesempatan bagi masyarakat untuk menentukan pemimpin yang dapat membawa Desa Kaima menuju kemajuan, kemandirian dan kesejahteraan.
Dengan semangat tersebut, Hermina mengajak seluruh masyarakat Kaima tetap menjaga persatuan meskipun terdapat perbedaan pilihan, serta bersama-sama mendukung proses demokrasi desa agar berlangsung dalam suasana kekeluargaan.
DoKaLo




