
MINAHASA, JelajahTerkini — Pemerintah Kabupaten Minahasa mengajak seluruh masyarakat, termasuk jemaat gereja, untuk terus memperkuat sinergi dalam menjaga kerukunan, memelihara semangat gotong royong, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dan dampak El Niño.
Pesan tersebut disampaikan Wakil Bupati Minahasa Vanda Sarundajang, S.S., M.AP., saat menghadiri acara Pengucapan Syukur Sidang Kerja Sama Gereja-Gereja Protestan di Minahasa (KGPM) Eben Haezer Pinabetengan, Kecamatan Tompaso Barat, Minggu (30/8/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Wabup Vanda membacakan sambutan Bupati Minahasa Dr. Robby Dondokambey, S.Si., M.AP.
Bupati dalam sambutannya menegaskan bahwa momentum pengucapan syukur tidak sekadar menjadi tradisi keagamaan yang dilaksanakan setiap tahun. Lebih dari itu, pengucapan syukur merupakan ungkapan iman dan rasa terima kasih kepada Tuhan atas penyertaan-Nya dalam setiap keberhasilan, perjalanan, serta kehidupan masyarakat.
Momentum tersebut juga diharapkan menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan, kebersamaan, toleransi, dan semangat mapalus yang telah menjadi bagian penting dari kehidupan sosial masyarakat Minahasa.
Menurut Bupati, semangat kebersamaan tersebut perlu terus dipelihara karena menjadi salah satu kekuatan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan maupun persoalan sosial.
Selain menyampaikan pesan keimanan dan kebersamaan, Wabup Vanda yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Pertimbangan KGPM turut mengingatkan masyarakat mengenai potensi dampak fenomena El Niño yang dapat memicu kondisi cuaca lebih panas dan kering.
Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko kekurangan air bersih serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran.
Pemkab Minahasa menyampaikan tiga imbauan penting kepada masyarakat.
Pertama, masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran secara sembarangan, baik membakar sampah, lahan maupun material lainnya, terutama di tengah kondisi cuaca panas dan kering.
Kedua, warga diminta berhati-hati terhadap puntung rokok dan tidak membuangnya sembarangan, khususnya di area yang memiliki rumput kering, semak, kebun maupun kawasan hutan yang mudah terbakar.
Ketiga, masyarakat diajak menghemat penggunaan air, mengingat ketersediaan air bersih menjadi kebutuhan yang sangat penting ketika menghadapi potensi kekeringan.
Wabup Vanda juga menegaskan bahwa pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menjalankan pembangunan daerah. Dibutuhkan dukungan dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, termasuk gereja dan organisasi keagamaan.
Pembangunan, kata dia, tidak hanya menyangkut pembangunan infrastruktur dan penguatan ekonomi, tetapi juga menyentuh pembangunan karakter, moral, spiritual serta kehidupan sosial masyarakat.
Dalam konteks tersebut, gereja memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam membimbing dan membentuk masyarakat yang beriman, disiplin, produktif, serta mampu menjaga persaudaraan dan kerukunan.
Gereja juga diharapkan terus mengingatkan jemaat agar bijak dalam menggunakan media sosial, tidak mudah terprovokasi, serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.
“Pemerintah dan gereja memiliki tanggung jawab bersama untuk membangun masyarakat yang tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga kuat dalam iman, karakter, persaudaraan dan kepedulian terhadap lingkungan,” demikian pesan yang disampaikan Wabup Vanda dalam membacakan sambutan Bupati Minahasa.
Acara Pengucapan Syukur tersebut berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh sukacita. Ibadah dipimpin oleh Gembala Vera Mamesah Lintong, M.Th., selaku Ketua Majelis Gembala KGPM.
Turut hadir Ketua Umum Pucuk Pimpinan KGPM Tedius Batasina, S.Th.; Bendahara Pucuk Pimpinan KGPM Pnt. Drs. Victor Rompas; Ketua Badan Pimpinan Wilayah 21 KGPM Pnt. Jerry Pola; serta Danramil Kawangkoan Tompaso Letda Joike Rontos.
Dalam kunjungan tersebut, Wabup Vanda Sarundajang turut didampingi sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Minahasa, di antaranya Sekretaris Dewan, Kepala Bapenda, Sekretaris BPBD, Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Kominfo, Kepala Dinas Perdagangan, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Kepala Dinas PMD, Kasat Pol PP, Kabag Kerja Sama, Camat Tompaso Barat, serta para hukum tua di wilayah Pinabetengan Raya.
Hadir pula tokoh agama, tokoh masyarakat dan jemaat setempat yang bersama-sama mengikuti rangkaian kegiatan Pengucapan Syukur.
Momentum tersebut menjadi pengingat bahwa kerukunan, gotong royong, kepedulian lingkungan dan sinergi antara pemerintah dengan gereja merupakan modal penting dalam menjaga ketahanan sosial serta mewujudkan Minahasa yang Berbudaya(*)



