
Minahasa,JelajahTerkini – Semangat gotong royong kembali menjadi kekuatan masyarakat dalam menjaga warisan budaya bangsa. Kali ini, warga di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, bergotong royong membersihkan kawasan Benteng Moraya, salah satu situs bersejarah yang menjadi simbol perjuangan dan identitas masyarakat Minahasa. Jumat 24/07/26
Aksi bersih-bersih di Benteng Moraya dilakukan dengan membersihkan rumput liar yang tumbuh di sela-sela paving blok kawasan benteng. Meski terlihat sederhana, kegiatan tersebut dinilai sebagai bentuk nyata kepedulian masyarakat terhadap pelestarian cagar budaya sekaligus upaya menjaga daya tarik destinasi wisata sejarah.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Minahasa, Moudy Leonhard Pangerapan menyampaikan bahwa kerja bakti tersebut dilakukan agar keindahan dan kenyamanan Benteng Moraya tetap terjaga.
“Rumput yang tumbuh di sela-sela paving blok Benteng Moraya kita bersihkan bersama, agar keindahan dan kenyamanan tetap terjaga. Kerja bakti kecil ini adalah langkah besar menjaga warisan budaya dan lingkungan yang kita cintai,” ujarnya
perubahan signifikan pada kawasan Benteng Moraya. Area yang sebelumnya dipenuhi rumput liar kini tampak lebih bersih, tertata, dan nyaman dikunjungi. Kondisi tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat yang berharap upaya serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan.
Benteng Moraya merupakan salah satu peninggalan sejarah penting di Minahasa yang memiliki nilai budaya dan historis tinggi. Selain menjadi pengingat perjalanan sejarah daerah, kawasan ini juga menjadi salah satu destinasi wisata yang menarik perhatian wisatawan domestik maupun mancanegara.
Pelestarian situs sejarah seperti Benteng Moraya dinilai tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat. Kepedulian warga melalui aksi gotong royong menjadi contoh bahwa menjaga warisan budaya dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana yang memberikan dampak besar.
Di tengah meningkatnya perhatian terhadap pelestarian cagar budaya di berbagai daerah, inisiatif masyarakat Minahasa ini menjadi inspirasi bahwa kolaborasi antara warga dan pemerintah merupakan kunci menjaga identitas budaya Indonesia agar tetap lestari untuk generasi mendatang.(*)



