Minahasa Utara, Jelajahterkini.com – Upaya menjaring pesepak bola muda berbakat dari daerah menuju panggung nasional terus dilakukan. Manajemen Garuda Yaksa resmi merampungkan pelaksanaan Seleksi Elite Pro Academy (EPA) 2026 wilayah Sulawesi Utara (Sulut), yang berlangsung selama dua hari dengan diikuti ratusan atlet muda dari berbagai kabupaten dan kota, termasuk Kota Manado dan Kabupaten Minahasa Utara (Minut).

Seleksi ini menjadi bagian dari program pencarian bakat untuk membentuk skuad muda Garuda Yaksa yang akan dipersiapkan menuju kompetisi sepak bola nasional. Proses seleksi dipimpin langsung oleh pelatih pusat Garuda Yaksa, Mukhlis Nur, bersama tim pencari bakat yang melakukan penilaian secara menyeluruh terhadap setiap peserta.

Ketua Badan Liga Sepak Bola Pelajar Indonesia (BLISPI) Sulawesi Utara, Hengky Kawalo, yang juga mantan Wakil Ketua PSSI Sulut, mengatakan potensi pemain muda di Bumi Nyiur Melambai sangat menjanjikan. Menurutnya, selama dua hari seleksi, tim menerapkan standar penilaian yang ketat.
“Pada fase awal kami melihat kemampuan fundamental seperti passing, receiving, dan ball control. Memasuki hari kedua, penilaian berfokus pada aspek taktis dalam pertandingan, meliputi pola menyerang, bertahan, serta kedisiplinan melakukan transisi permainan,” ujar Hengky.
Peserta yang berhasil lolos pada kelompok umur U-15, U-16, dan U-17 nantinya akan mengikuti seleksi lanjutan di tingkat nasional di Jakarta. Mereka akan bersaing dengan pemain-pemain terbaik dari berbagai provinsi untuk mendapatkan tempat di Akademi Sepak Bola Garuda Yaksa Indonesia.
Pelaksanaan seleksi juga mendapat perhatian dari mantan penjaga gawang Tim Nasional Indonesia, Jendri Pitoy, yang hadir bersama sejumlah pelatih lokal untuk memantau sekaligus memetakan potensi pemain muda Sulawesi Utara.
Selain dukungan para pelatih dan legenda sepak bola, kegiatan ini juga mendapat perhatian penuh dari tokoh sepak bola Sulawesi Utara, Joune Ganda. Mantan Ketua PSSI Sulut tersebut bertindak sebagai sponsor utama dengan membiayai seluruh biaya pendaftaran 69 peserta asal Kabupaten Minahasa Utara. Tidak hanya itu, Joune Ganda juga memberikan subsidi biaya pendaftaran bagi peserta dari luar Minahasa Utara.
“Sinergi antara manajemen olahraga dan komitmen pemerintah daerah atau tokoh masyarakat seperti Pak Joune Ganda menjadi kunci. Rekam jejak beliau yang konsisten mendukung sepak bola memastikan pembinaan usia dini di daerah tetap berjalan,” kata Hengky.
Menurut Hengky, saat ini kompetisi sepak bola di Sulawesi Utara masih berada di level Liga 4 sehingga membutuhkan waktu yang panjang bagi klub-klub daerah untuk mencapai kasta tertinggi. Karena itu, jalur seleksi nasional seperti EPA Garuda Yaksa menjadi peluang strategis agar talenta muda Sulut tidak kehilangan momentum emas untuk berkembang.
Ia menambahkan, Sulawesi Utara memiliki sejarah panjang melahirkan pemain berkualitas yang mampu menembus level nasional, mulai dari era Alsan Sanda hingga sejumlah pemain muda yang kini menembus Timnas U-20 melalui klub-klub profesional seperti PSM Makassar dan Dewa United.Sementara itu, Pelatih Pusat Garuda Yaksa, Mukhlis Nur, menegaskan bahwa proses seleksi tidak hanya menilai kemampuan teknik, tetapi juga karakter dan mental para pemain.
“Kami tidak hanya mencari pemain yang memiliki kemampuan individu bagus, tetapi juga pemain yang mempunyai karakter, disiplin, dan semangat berkembang. Sulawesi Utara memiliki banyak talenta potensial dan seleksi ini menjadi wadah untuk menemukan pemain-pemain terbaik,” ujar Mukhlis.
Ia menjelaskan, seluruh peserta menjalani serangkaian tes yang meliputi kemampuan teknik dasar, visi bermain, kondisi fisik, hingga mental bertanding.Mukhlis juga mengungkapkan bahwa hasil Seleksi EPA 2026 wilayah Sulawesi Utara akan diumumkan pada Rabu, 8 Juli 2026.
“Peserta yang lulus dari seleksi EPA 2026 memiliki kesempatan untuk bermain di Liga 1. Selanjutnya mereka akan mengikuti seleksi lanjutan untuk masuk pelatihan intensif di Akademi Sepak Bola Garudayaksa Indonesia di Bogor,” jelasnya.
Melalui program ini, Garuda Yaksa berharap dapat membuka jalan bagi pesepak bola muda Sulawesi Utara untuk mengembangkan karier secara profesional. Di tengah berkembangnya industri sepak bola modern, keseimbangan antara pendidikan dan pembinaan olahraga juga menjadi perhatian utama agar para atlet memiliki masa depan yang lebih terjamin.
DoKaLo




