
Minahasa,Jelajahterkini — Dalam suasana penuh kekhusyukan, Jemaat GMIM Riedel Wawalintoan, Wilayah Tondano II, melaksanakan prosesi Jalan Salib pada Kamis, 2 April 2026, sebagai bagian dari rangkaian peringatan Jumat Agung.
Prosesi ini diikuti oleh pelayan khusus, pemuda, serta seluruh jemaat yang dengan tertib dan penuh penghayatan berjalan menyusuri rute yang telah ditentukan.
Setiap perhentian Jalan Salib menjadi momen refleksi iman, di mana jemaat merenungkan kisah penderitaan Yesus Kristus sejak dijatuhi hukuman hingga wafat di kayu salib.
Sepanjang prosesi, lantunan pujian dan doa terus mengiringi langkah jemaat, menciptakan suasana yang hening, sakral, dan menyentuh hati. Tidak sedikit peserta yang tampak larut dalam perenungan, menghayati makna pengorbanan dan kasih Tuhan yang begitu besar bagi umat manusia.
Pelaksanaan Jalan Salib ini bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan juga menjadi sarana pembinaan iman yang mendalam bagi jemaat. Melalui kegiatan ini, jemaat diajak untuk semakin memahami nilai-nilai pengorbanan, kerendahan hati, serta kasih yang tulus dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, kebersamaan yang terjalin selama prosesi turut mempererat persekutuan antarjemaat, memperkuat rasa persaudaraan, dan menumbuhkan semangat pelayanan di tengah kehidupan bergereja.
Dengan penuh penghayatan, Jemaat GMIM Riedel Wawalintoan berharap momentum Jalan Salib ini dapat semakin meneguhkan iman serta mempersiapkan hati dalam menyambut Jumat Agung dan Paskah dengan penuh sukacita iman (v)



