Minahasa Jelajahterkini.com – Pembangunan Gereja Katolik Stasi Santa Theresia Parepei di Desa Parepei, Kecamatan Remboken, resmi dimulai, Sabtu (28/2/2026).
Momentum ini bukan sekadar seremoni peletakan batu pertama, tetapi menjadi simbol kuat kolaborasi antara TNI, gereja, dan pemerintah dalam merawat kerukunan serta memperkuat kehidupan sosial keagamaan di Minahasa.
Komandan Kodim Kodim 1302/Minahasa, Letkol Inf Bonaventura Ageng Fajar Santoso, hadir langsung dalam prosesi tersebut bersama Uskup Keuskupan Manado, Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu, yang memimpin ibadah pemberkatan dan ritus peletakan batu pertama.

Dalam suasana khidmat yang diikuti sekitar 50 umat dan undangan, Uskup menegaskan makna gereja bukan hanya sebagai bangunan fisik, melainkan sebagai “batu karang iman” — merujuk pada sabda Yesus kepada Petrus — tempat umat bertumbuh dalam persaudaraan dan pengharapan.
“Pembangunan gereja ini bukan hanya membangun tembok dan atap, tetapi membangun iman, membangun kebersamaan, dan membangun harapan umat. Saya berharap seluruh umat terlibat aktif, baik dalam doa maupun dukungan nyata,” ujar Mgr. Benedictus dalam sambutannya.
Sementara itu, Dandim 1302/Minahasa menegaskan bahwa keterlibatan TNI dalam momentum tersebut merupakan bagian dari komitmen menjaga stabilitas dan kerukunan antarumat beragama.

“Kami mendukung penuh pembangunan rumah ibadah sebagai wujud nyata menjaga harmoni sosial. TNI akan selalu hadir bersama rakyat, termasuk dalam mendukung kegiatan keagamaan dan pembangunan yang membawa manfaat bagi masyarakat,” tegas Letkol Inf Bonaventura Ageng Fajar Santoso.
Ia juga menambahkan bahwa sinergi lintas elemen seperti ini menjadi fondasi penting dalam menjaga situasi wilayah tetap aman dan kondusif.
“Kerukunan adalah kekuatan kita bersama. Jika umat rukun dan masyarakat solid, maka stabilitas daerah akan terjaga dengan baik,” tambahnya.
Bagi umat Stasi Santa Theresia Parepei, peletakan batu pertama ini menjadi tonggak awal terwujudnya rumah ibadah yang lebih layak dan representatif. Harapannya, gereja yang akan dibangun tidak hanya menjadi pusat peribadatan, tetapi juga ruang pembinaan iman, pendidikan moral, dan penguatan nilai-nilai kebersamaan di tengah masyarakat.
Dengan dimulainya pembangunan ini, semangat gotong royong dan persatuan di Parepei diharapkan semakin tumbuh, menjadikan gereja bukan hanya berdiri secara fisik, tetapi juga kokoh sebagai simbol persaudaraan lintas elemen di Minahasa.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pastor Fransiskus Marlino Lolok MSC (Paroki St. Rosa Delima Tondano), June Silangen mewakili Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, unsur Forkopimcam Remboken, serta tokoh agama dan masyarakat setempat.




