Minahasa jelajahterkini.com– Suasana berbeda terasa di Markas Kodim 1302/Minahasa, Kamis (4/8/2025) pagi. Tidak hanya gema doa dari Mushola Al-Muhajirin, lantunan pujian juga terdengar dari Gereja Oikumene Eben Haezer.
Dua tempat ibadah di kompleks yang sama itu menjadi saksi kebersamaan prajurit, Persit, dan keluarga besar Kodim dalam merajut doa untuk Indonesia yang damai.
Dandim 1302/Minahasa Letkol Inf Bonaventura Ageng Fajar Santoso memimpin langsung jalannya kegiatan, bersama personel dan Persit Kartika Chandra Kirana. Mereka yang beragama Kristen beribadah dan berdoa di Gereja Eben Haezer dipimpin oleh Pdt. Sutrisno, S.Th, serta didukung doa dari Pastor RP. Ibrahim Riberu, OCD.

Sementara itu, personel dan Persit yang beragama Islam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah di Mushola Al-Muhajirin dengan tausiyah Ustadz H. Khodir.
Dandim melalui Kasdim Mayor Inf Daeng Pasaka, S.E. menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan wujud nyata dari nilai kebersamaan yang terus dipelihara di satuan. “Di sini, kami belajar bahwa menjaga NKRI dimulai dari saling memahami, saling mendoakan, dan hidup rukun dalam perbedaan,” ungkapnya.
Tidak hanya terpusat di Makodim, kegiatan serupa juga berlangsung di seluruh jajaran Koramil wilayah teritorial Kodim 1302/Minahasa, yang meliputi Kabupaten Minahasa, Minahasa Tenggara, Minahasa Selatan, hingga Kota Tomohon.
Lebih dari sekadar seremonial, doa bersama ini menjadi simbol bahwa perbedaan iman bukanlah penghalang untuk bersatu. Justru, harmoni lintas keyakinan inilah yang memperkuat komitmen prajurit dan keluarga besar Kodim 1302/Minahasa dalam menjaga perdamaian dan keamanan di Indonesia.




