Minut, Jelajahterkini.com – Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara Bupati Dr.(Cand) JOUNE JAMES ESAU GANDA, S.E., M.A.P., M.M., M.Si., membuka Sosialisasi Tata Laksana Screening Kanker Serviks dengan Metode Hpv kepada jajaran pemerintahan dan Dinas Kesehatan, tenaga kesehatan di 11 puskesmas se-Kabupaten Minahasa Utara di Hotel The Sentra Manado. Kamis (24/4/2025).

Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa Utara berupaya untuk meningkatkan kesadaran dan kesehatan masyarakat melalui program-program yang tepat sasaran salah satunya dengan mengelar sosialisasi Tata Laksana Screening Kanker Serviks dengan Metode HPV dan memantau pelaksanaan vaksinasi DBD kepada siswa SD.
Bupati Minahasa Utara, Joune Ganda, membuka Sosialisasi Tata Laksana Screening Kanker Serviks dengan Metode HPV dan memantau pelaksanaan vaksinasi DBD kepada siswa SD, dengan SDN Matungkas dan SDN Kolongan sebagai sekolah yang menjadi percontohan vaksinasi DBD.

Bupati Joune Ganda bersyukur Kabupaten Minahasa utara kini memiliki alat canggih untuk mendeteksi potensi kanker serviks pada wanita. “Wanita berumur 20 tahun atau yang sudah menikah harus melakukan deteksi dini kanker serviks, Apalagi kanker serviks dan payudara sangat rentan bagi perempuan karena pencegahan lebih mudah daripada pengobatan,” ujar Bupati Jouna Ganda.
Lanjutnya, “Demikianpun dengan Vaksin DBD akan menyasar sekolah dasar, khususnya wilayah yang memiliki kasus DBD tinggi, untuk mengurangi risiko terserang DBD. Karena Pemberian vaksin DBD, akan mengurangi risiko terserang DBD. Apalagi DBD ini musiman. Musim hujan seperti sekarang rentan terjadi,” ucap Bupati Joune Ganda.
Bupati Joune Ganda memberikan apresiasi kepada Bio Farma dan Takeda yang telah menjadi sponsor penuh acara sosialisasi ini.Kepala Dinas Kesehatan Minahasa Utara, dr. Stella Safitri, M.Kes menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten telah melakukan berbagai upaya dalam menanggulangi dan menekan penyebaran virus dengue di Minahasa Utara.
“Sejalan dengan pemerintah pusat, dan dengan melibatkan lintas sektor dan lintas perangkat daerah, kami telah menggiatkan program pemberantasan sarang nyamuk (PSN) melalui Gerakan 3M Plus (menguras, menutup dan mengubur/mendaur ulang, plus berbagai tindakan pencegahan lainnya). Kami juga telah mengimplementasikan Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik (G1R1J) dan inovasi lokal seperti penggunaan kelambu Malaria untuk menutup tempat penampungan air seperti drum dan tandon. Namun, menurut dr. Stella, sampai saat ini angka kasusnya masih tetap tinggi, sehingga masih perlu ditingkatkan dan memanfaatkan pendekatan lainnya,” ungkap kadis kesehatan Stella.
DR.dr.Hesti Lestari. S.pak menjadi Pembicara Utama dalam Sosialisasi tata laksana screening kanker serviks dengan metode HPV dan pencegahan penyakit dengan melalui vaksinasi demam berdarah di Kapunaten Minahasa Utara. Tahun 2025.
(DoKaLo)




