Jakarta – Maraknya praktik penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar di Kota Bitung, Sulawesi Utara, mendapat perhatian serius dari Komisi III DPR RI. Masalah ini menjadi salah satu topik utama dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) antara Komisi III DPR RI dan Kepolisian Daerah Sulawesi Utara (Polda Sulut) yang digelar pada Rabu (12/6/2025).
Dalam rapat yang berlangsung di Ruang Rapat Komisi III DPR RI, Nusantara Dua, Kompleks Senayan, anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra Dapil Sulawesi Utara, Martin Daniel Tumbelaka (MDT), menyoroti dampak penimbunan solar terhadap masyarakat, khususnya para pekerja sektor transportasi dan logistik.
“Penimbunan BBM ini membuat masyarakat kesulitan. Saya temukan sebagian besar pengguna solar subsidi ini adalah tambang-tambang ilegal,” ujar MDT dalam rapat yang dipimpin Ketua Komisi III, Habiburokhman.

MDT juga mengungkapkan bahwa kelangkaan solar subsidi di Sulawesi Utara sudah pernah ia sampaikan dalam rapat dengan Kapolri beberapa waktu lalu. Ia menyoroti antrean panjang masyarakat yang ingin mendapatkan BBM subsidi, yang sering kali berujung pada kekecewaan karena kehabisan stok.
“Waktu rapat kerja dengan Kapolri, saya sudah ingatkan bahwa antrean BBM di Sulawesi Utara mengular. Orang mau kerja, terutama di sektor angkutan dan ekspedisi, jadi sulit. Seharian antre, belum tentu dapat. Bahkan, sering kali BBM habis sebelum mereka sampai di depan antrean,” tambahnya.
Khusus untuk Kota Bitung, MDT menegaskan bahwa aktivitas penimbunan masih terus terjadi. Ia pun meminta Polda Sulut untuk mengambil tindakan tegas terhadap pelaku yang merugikan masyarakat.
“Mudah-mudahan pelaku yang menyusahkan masyarakat ini bisa segera ditindak oleh Pak Wakapolda,” tegasnya.
Selain itu, MDT juga menaruh harapan besar kepada Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Sulut, Kombes Pol FX Winardi Prabowo, yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolres Bitung.
“Saya yakin Pak Dirreskrimsus akan bekerja secara profesional untuk menindak tegas para pelaku penimbunan BBM ini,” pungkasnya.
Rapat tersebut turut dihadiri oleh Wakapolda Sulut, Brigjen Pol Bahagia Dachi, Dirreskrimsus Polda Sulut, Kombes Pol FX Winardi Prabowo, serta jajaran kepolisian lainnya.




