Minahasa -Danau Tondano, yang terletak di Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara, adalah salah satu aset alam yang sangat berharga bagi penduduk setempat.
Namun belakangan ini, danau tersebut menghadapi masalah serius yang disebabkan oleh pertumbuhan eceng gondok yang tidak terkendali. Eceng gondok, tanaman air invasif, telah menyebar secara luas di danau ini, mengakibatkan berbagai dampak negatif bagi lingkungan dan ekonomi masyarakat sekitar.
Masalah Eceng gondok yang ada di Danau Tondano ini,merupakan masalah yang tak kunjung terselesaikan hingga saat ini, meski anggaran besar telah digelontorkan dari APBD selama bertahun-tahun.

Penampakan eceng gondok yang ada di Danau Tondano
Pertumbuhan eceng gondok yang pesat di Danau Tondano, telah menurunkan kualitas air dan mengganggu ekosistem danau. Tanaman ini menghalangi sinar matahari yang diperlukan oleh organisme air lainnya dan mempengaruhi keseimbangan oksigen di dalam air. Selain itu, eceng gondok juga menghambat aktivitas perikanan dan pariwisata.
Yuola Lariwa Mantik yang dikenal dengan sebutan YLM, bakal Calon Bupati Minahasa dari Partai Gerindra, menyatakan keprihatinannya terhadap kondisi Danau Tondano, dan berkomitmen untuk mengatasi masalah eceng gondok tersebut.
YLM berjanji jika ia direstui maju di Pilkada 2024, dan terpilih sebagai Bupati Minahasa, penanganan eceng gondok akan menjadi prioritas utamanya.
Ia akan menjalankan serangkaian program yang bertujuan untuk membersihkan danau dari eceng gondok dan memulihkan ekosistemnya. Program ini mencakup pemetaan area yang terinfestasi, pengangkatan tanaman secara berkala, serta edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan danau.
Dalam wawancara melalui telepon YLM mengatakan, “Danau Tondano harus dibersihkan dengan serius hingga tuntas agar bisa dimanfaatkan secara maksimal dan menarik wisatawan,” ujar Srikandi yang dikenal sebagai pengacara dan pengusaha spesialis tambang batubara dan sawit, Jumat (28/6/2024) pagi.
Ia berencana mengundang investor swasta untuk bekerja sama dengan pemerintah daerah dalam mengolah eceng gondok menjadi kerajinan tangan dan furnitur, seperti meja dan kursi, yang bisa diekspor ke luar negeri.
YLM optimis bahwa dengan keseriusan pemerintah, masalah eceng gondok ini bisa diatasi.
“Jika eceng gondok sudah teratasi, pemerintah akan bekerja sama dengan masyarakat sekitar Danau Tondano untuk memastikan gulma ini tidak kembali menjadi masalah,” katanya.
YLM mengajak seluruh masyarakat Minahasa untuk mendukung upayanya dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih, dan meningkatkan kesejahteraan warga melalui penanganan serius masalah eceng gondok di Danau Tondano.(Redaksi)




