
JAKARTA , JelajahTerkini – Kabupaten Minahasa kembali mengukir prestasi di tingkat nasional. Dalam Musyawarah Nasional (Munas) perdana Srikandi Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) Jaga Desa yang digelar di Djakarta Theater, Jakarta, Kamis (2/7/2026), Minahasa dinobatkan sebagai daerah dengan jumlah anggota Srikandi ABPEDNAS Jaga Desa terbanyak di Indonesia.
Penghargaan tersebut diberikan setelah Kabupaten Minahasa berhasil membentuk sebanyak 14.850 anggota Srikandi ABPEDNAS Jaga Desa. Capaian ini menjadi bukti tingginya partisipasi perempuan desa dalam mendukung pembangunan, memperkuat kelembagaan desa, serta mendorong pemberdayaan masyarakat hingga ke tingkat akar rumput.
Munas perdana Srikandi ABPEDNAS Jaga Desa diikuti ratusan peserta dari berbagai provinsi di Indonesia. Forum nasional ini menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus mempertegas peran strategis perempuan sebagai mitra pemerintah desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dalam mengawal pembangunan yang transparan, memperkuat ketahanan pangan, mengembangkan UMKM, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta melindungi perempuan dan anak.
Ketua Umum DPP Srikandi Jaga Desa, Ella Nurlaela Toebagus, menegaskan bahwa kehadiran Srikandi Jaga Desa merupakan langkah nyata untuk memperkuat keterlibatan perempuan dalam pembangunan desa.
“Pembentukan organisasi ini memperkuat peran perempuan menjadi mitra pemerintah desa, BPD, dan masyarakat dalam mengawal pembangunan yang transparan, mendorong pemberdayaan UMKM, ketahanan pangan, peningkatan kualitas SDM, perlindungan perempuan dan anak, serta penguatan ekonomi keluarga,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Pengawas ABPEDNAS, Prof. Dr. Reda Manthovani, menilai Srikandi Jaga Desa bukan sekadar pelengkap organisasi, melainkan pilar pengawasan yang rasional dan humanis di tingkat desa.
Menurutnya, keterlibatan aktif perempuan dalam mengawal kebijakan desa mampu menekan potensi penyimpangan sekaligus memperkuat perlindungan terhadap ruang hidup masyarakat.
Ketua Umum DPP ABPEDNAS, Indra Utama, juga menekankan pentingnya sinergi antara BPD dan gerakan perempuan dalam membangun desa yang tangguh menghadapi berbagai tantangan zaman. Ia menyebut perempuan memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi desa, terutama melalui sektor UMKM.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Tahun 2024, sekitar 64,5 persen pelaku UMKM di Indonesia merupakan perempuan atau setara dengan sekitar 37 juta orang. Kontribusi perempuan melalui sektor UMKM juga menyumbang sekitar 61 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.
Ketua DPC Srikandi ABPEDNAS Jaga Desa Kabupaten Minahasa, Liony Leonting Mongi, menyampaikan rasa syukur atas penghargaan yang diraih Minahasa. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja keras, kekompakan, dan semangat gotong royong seluruh anggota.
“Penghargaan ini bukan sekadar tentang jumlah anggota, tetapi menjadi bukti semangat perempuan desa di Kabupaten Minahasa untuk terus mengambil bagian dalam pembangunan. Terima kasih kepada seluruh anggota yang telah menjadi bagian dari keluarga besar Srikandi ABPEDNAS Jaga Desa,” ujar Liony.
Ia berharap prestasi tersebut menjadi motivasi bagi seluruh anggota untuk terus memperkuat peran perempuan sebagai mitra strategis pemerintah desa dalam menghadirkan program-program yang berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Penghargaan ini sekaligus menegaskan posisi Kabupaten Minahasa sebagai salah satu daerah terdepan dalam menggerakkan partisipasi perempuan di desa, sejalan dengan upaya mewujudkan pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. (*)



