Sunday, April 19, 2026
HomeUncategorizedPerempuan Pertama Maju, Sintya Bojoh Siap Ukir Sejarah di PWI Sulut dengan...

Perempuan Pertama Maju, Sintya Bojoh Siap Ukir Sejarah di PWI Sulut dengan Balutan Pakaian Adat

Date:

Manado,Jelajahterkini – Sejarah baru berpotensi tercipta di tubuh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Utara. Wartawati televisi nasional, Sintya Nidya Christin Bojoh, resmi mendaftar sebagai calon Ketua PWI Sulut periode 2026–2031, Kamis (19/3/2026), di Kantor PWI Sulut, Jalan Sudirman, Manado.

Kehadiran Sintya sekitar pukul 14.00 WITA langsung menarik perhatian publik dan kalangan insan pers. Ia menjadi perempuan pertama yang maju dalam kontestasi pemilihan Ketua PWI di tingkat provinsi Sulawesi Utara.

Tidak hanya itu, penampilannya yang mengenakan busana adat Kabasaran turut mencuri perhatian Busana tersebut melambangkan keberanian, keteguhan, dan semangat dalam membela kebenaran—sejalan dengan pesan yang ingin ia sampaikan dalam pencalonannya.

Didampingi puluhan pendukung, termasuk sejumlah wartawan yang mengenakan atribut serupa, kehadiran Sintya mencerminkan semangat perubahan di tubuh organisasi serta komitmen menjaga independensi pers di Sulut.

Dalam pernyataannya, perempuan asal Minahasa ini menegaskan kesiapannya bersaing dengan kandidat lain yang didominasi kaum pria. Ia mengusung visi perubahan dengan fokus pada pembenahan organisasi serta memperjuangkan hak-hak anggota.
“Jika dipercayakan memimpin, saya akan memperjuangkan hak anggota, mengayomi, menjaga marwah organisasi, serta membesarkan PWI dan kepentingan insan pers,” tegasnya.

Ketua Steering Committee (SC) PWI Sulut, Jemmy Senduk, mengapresiasi langkah Sintya yang dinilai sebagai momen penting bagi keterlibatan perempuan dalam organisasi pers.
“Ini patut diapresiasi. Kehadiran perempuan dalam kontestasi ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi PWI Sulut,” ujarnya.

Dalam bursa calon, Sintya tercatat sebagai pendaftar keempat setelah John W. Paransi, Ramon Wowor, Farukh Langaru, dan Dr. Merson Simbolon. Panitia membuka pendaftaran hingga Kamis (19/3/2026) pukul 24.00 WITA.

Dengan pengalaman panjang di dunia jurnalistik, Sintya membawa rekam jejak dari berbagai media, mulai dari TV5 Dimensi, Kompas TV, SCTV, hingga media daring.
Momentum ini menjadi lebih dari sekadar kontestasi, tetapi juga penentu arah masa depan PWI Sulut—menuju perubahan yang lebih inklusif dan progresif atau tetap bertahan dengan pola lama. (*)

spot_imgspot_img

Terbaru

spot_imgspot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here