Minut, Jelajahterkini.com – Bupati Joune Ganda menandatangani Nota Kesepakatan mengenai Pengelolaan Sarana Prasarana Air Baku Likupang Tahap I (bagian KSPN Manado-Bitung) dan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Regional Mamitarang Sulawesi Utara. Acara ini juga menyertakan serah terima pengelolaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Likupang dan pipa transmisi dari Balai Wilayah Sungai (BWS). Pada Jumat (6/2/2026), bertempat di Lt.1 Atrium Kantor Bupati Minahasa Utara.
Dalam sambutannya, Bupati Joune Ganda mengapresiasi penyelesaian proyek yang berjalan sejak 2020 hingga 2024. Ia menekankan bahwa sarana-prasarana tersebut akan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya air bersih sebagai kewajiban negara. Proyek air baku Likupang Tahap I berada di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), sedangkan TPA Regional Mamitarang melayani empat daerah yaitu Manado, Minahasa, Minahasa Utara, dan Bitung. Bupati juga menekankan pentingnya ketelitian administratif dalam serah terima untuk menghindari masalah hukum.
Pengelolaan aset akan diserahkan kepada PDAM dengan tujuan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), yang dianggap crucial untuk kemandirian daerah di tengah tantangan fiskal saat ini. Selain itu, TPA Regional Mamitarang yang didanai anggaran luar negeri dan APBN menjadi peluang bagi Minahasa Utara untuk berkontribusi pada gerakan Indonesia bebas sampah. Proyek bendungan Kawangkoan (sumber air bagi tiga daerah) dan pipa transmisi 24 km di KSPN Likupang juga diharapkan mendorong pertumbuhan pariwisata dan ekonomi lokal.
“Kehadiran sarana-prasarana ini bukan hanya memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga meningkatkan PAD dan mendukung kemandirian daerah. Kami berkomitmen mengoptimalkan pengelolaannya dengan prinsip administrasi yang teliti,” tegas Bupati Joune Ganda.
Penandatanganan nota kesepakatan ini menjadi langkah awal untuk serah terima aset selanjutnya. Dengan dukungan dari Balai Wilayah Sungai Sulawesi I dan Balai Penataan Bangunan Prasarana Kawasan, infrastruktur tersebut diharapkan memberikan manfaat berkelanjutan dan mendorong pembangunan daerah yang maju serta mandiri.
DoKaLo




