Minahasa,jelajahterkini — Rumah Sakit Siloam Sonder memperkuat transformasi digital layanan kesehatan melalui penerapan bridging system antara Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIM RS) dan sistem BPJS Kesehatan. Integrasi ini meningkatkan kecepatan, efisiensi, serta transparansi pelayanan bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Jumat 30/01/2026
Direktur RS Siloam Sonder, Dr. Daud Alexander Kiroyan, M.Kes, mengatakan bridging system mempermudah proses layanan sejak pendaftaran hingga administrasi. Peserta tidak perlu lagi melakukan entri data berulang, antrean menjadi lebih terstruktur melalui sistem online, serta pencetakan Surat Eligibilitas Peserta (SEP) dapat dilakukan lebih cepat.
Dengan sistem yang terhubung secara real time, verifikasi kepesertaan, rujukan, dan proses klaim berjalan lebih efisien, sehingga mampu menekan antrean dan waktu tunggu pasien. Transparansi biaya juga semakin terjamin karena riwayat layanan dapat diakses melalui aplikasi BPJS Kesehatan.
Dari sisi manajemen, integrasi sistem ini meningkatkan akurasi data dan meminimalkan kesalahan administrasi. Proses klaim menjadi lebih tertata dan cepat, sekaligus mendukung keberlangsungan operasional rumah sakit.
Atas keberhasilan implementasi tersebut, RS Siloam Sonder menerima penghargaan implementasi bridging system BPJS Kesehatan sebagai bentuk apresiasi atas kepatuhan dan kolaborasi dalam mendukung Program JKN.
Penerapan bridging system ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi rumah sakit lain dalam pengembangan layanan digital, sekaligus memperkuat kualitas dan kepercayaan publik terhadap pelayanan kesehatan nasional (v)




