MINAHASA UTARA, Jelajahterkini.com – Pemerintah Kecamatan Kalawat, Kabupaten Minahasa Utara, mencanangkan Gerakan Bersama Penguatan Desa Siaga Tuberkulosis (TBC) di Aula Kantor Camat Kalawat, Jumat (23/10/2026).

Gerakan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat, mendorong deteksi dini, serta memastikan pasien menjalani pengobatan hingga tuntas.Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Minahasa Utara, Allan Mingkid, bersama Camat Kalawat, Agustinus Widruma Dondokambey, S.STP., M.A.P., serta pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader kesehatan, TP-PKK, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.
Pencanangan ditandai dengan pembacaan deklarasi Desa Siaga TBC sebagai bentuk komitmen bersama dalam memperkuat pencegahan dan penanggulangan TBC di wilayah Kecamatan Kalawat.

Camat Kalawat Agustinus Widruma Dondokambey mengatakan, gerakan ini membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah kecamatan dan desa hingga tenaga kesehatan serta warga.
Menurutnya, edukasi mengenai gejala dan penularan TBC, pemeriksaan sejak dini, serta pendampingan pasien menjadi langkah penting untuk meningkatkan keberhasilan pengobatan sekaligus menghilangkan stigma dan diskriminasi terhadap penderita.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Minahasa Utara, Allan Mingkid, menegaskan bahwa penanggulangan TBC tidak hanya bergantung pada pelayanan kesehatan, tetapi juga membutuhkan kesadaran dan kepedulian masyarakat.
Ia mengimbau warga yang mengalami gejala yang mengarah pada TBC agar segera memeriksakan diri ke puskesmas atau fasilitas kesehatan. Pasien juga perlu mendapatkan dukungan keluarga dan lingkungan agar menjalani pengobatan secara teratur hingga selesai.
Sebelum pencanangan tingkat kecamatan, tiga desa telah lebih dahulu mencanangkan Desa Siaga TBC, yakni Kolongan Tetempangan, Watutumou Dua, dan Kalawat. Selanjutnya, gerakan ini diperluas secara serentak ke sembilan desa di Kecamatan Kalawat.
Melalui program ini, pemerintah berharap edukasi, deteksi dini, rujukan pemeriksaan, dan pendampingan pasien dapat berjalan berkelanjutan sehingga upaya penanggulangan TBC semakin efektif dan masyarakat terbebas dari stigma maupun diskriminasi.
DoKaLo




