MINAHASA UTARA, Jelajahterkini.com – Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Minut) memperkuat upaya pengendalian inflasi melalui Gerakan KORPRI Menanam dengan membudidayakan ribuan pohon cabai di Jalan Ir. Soekarno, tepatnya di samping Rumah Kopi R2K, Selasa (13/10/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin Sekretaris Daerah Minahasa Utara, Ir. Novly Wowiling, M.Si., bersama jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan para camat se-Kabupaten Minahasa Utara.
Novly mengatakan, gerakan ini merupakan tindak lanjut arahan Bupati Joune J.E. Ganda dan Wakil Bupati Kevin William Lotulung untuk mengambil langkah konkret dalam mengatasi kenaikan harga cabai yang membebani masyarakat.

Pada tahap awal, sekitar 4.000–5.000 pohon cabai telah ditanam dengan target produksi minimal satu kilogram per pohon, sehingga berpotensi menghasilkan 4–5 ton cabai. Pemkab Minut juga merencanakan penambahan sekitar 5.000 pohon cabai menggunakan sistem polybag.
“Kita mencanangkan penanaman ini dengan konsep anti gagal. Standar budidayanya harus tinggi agar target produksi bisa tercapai,” tegas Novly.
Selain meningkatkan produksi, Pemkab Minut melakukan intervensi pasar melalui penjualan komoditas dengan harga di bawah harga pasar. Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil, dengan harga cabai yang sebelumnya berkisar Rp130.000–Rp140.000 per kilogram dilaporkan turun menjadi sekitar Rp110.000 per kilogram.
Novly menegaskan, Gerakan KORPRI Menanam akan diperluas ke tingkat kecamatan hingga desa melalui kolaborasi pemerintah dan petani. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan pasokan cabai lokal, menekan gejolak harga, serta menjaga ketersediaan pangan menjelang Natal dan Tahun Baru.
Melalui program tersebut, Pemkab Minut berharap peningkatan produksi dan intervensi pasar dapat berjalan berkelanjutan sebagai bagian dari strategi pengendalian inflasi dan upaya meringankan beban masyarakat.
DoKaLo




