Tuesday, September 29, 2026
HomeNasionalLatihan Kader Bela Negara Digelar di Tomohon, 310 Peserta Jadi Kader

Latihan Kader Bela Negara Digelar di Tomohon, 310 Peserta Jadi Kader

Date:

TOMOHON jelajahterkini.com— Sebanyak 310 peserta yang terdiri dari Aparatur Sipil Negara (ASN), buruh, serta pekerja BUMN dan swasta mengikuti Latihan Kader Bela Negara di Rindam XIII/Merdeka, Tomohon, Sulawesi Utara, yang dilaksanakan selama tiga hari dari hari Selasa 29 September hingga Kamis 1 Oktober 2026.

Kegiatan yang digelar Kementerian Pertahanan ini bertujuan menginternalisasi nilai-nilai bela negara sekaligus membekali peserta agar mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari dan lingkungan kerja masing-masing.

Kepala Pusat Bela Negara Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Parluhutan Marpaung, S.I.P., M.Han, menegaskan bahwa bela negara merupakan hak dan kewajiban seluruh komponen bangsa, bukan hanya menjadi tanggung jawab Kementerian Pertahanan maupun TNI.

“Kegiatan ini bukan menjadikan masyarakat menjadi militer. Ini bukan latihan militer. Kita melakukan sharing dan menyampaikan terkait bela negara agar masyarakat semakin sadar dan memahami bagaimana mengimplementasikan nilai-nilai bela negara dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Parluhutan.

Ia menjelaskan, setelah menyelesaikan pelatihan, para peserta akan memperoleh sertifikat dan diharapkan menjadi kader atau duta bela negara di lingkungan masing-masing.

“Harapannya mereka menjadi fasilitator di tempat masing-masing. Jadi, setelah selesai kegiatan ini bukan berarti semuanya berakhir. Mereka dapat menindaklanjuti dan bersinergi dengan pemerintah daerah, BUMN maupun unsur lainnya untuk menyelenggarakan kegiatan serupa sehingga pesan-pesan tentang bela negara dapat menyebar luas di masyarakat,” jelasnya.

Parluhutan juga menyoroti tantangan bela negara di era digital, khususnya terkait perang kognitif, yakni upaya memengaruhi pikiran, emosi dan persepsi masyarakat melalui arus informasi digital.

“Bagaimana mempengaruhi pikiran melalui disinformasi, berita-berita, kemudian video-video yang dipotong dan menyebar luas. Masyarakat kita belum semuanya memiliki literasi digital yang mumpuni, sehingga ini sangat berbahaya apabila tidak disikapi dengan baik,” katanya.

Karena itu, kemampuan masyarakat dalam menyaring dan menyikapi informasi secara bijak menjadi salah satu bagian penting dari bela negara di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi.

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi terkait wawasan kebangsaan, sejarah, kesadaran berbangsa dan bernegara, nilai-nilai Pancasila, serta kegiatan yang membangun kerja sama dan kekompakan tim.

Parluhutan juga menyampaikan apresiasi kepada Pangdam XIII/Merdeka, Rindam XIII/Merdeka, Pemerintah Kota Tomohon dan DPRD Kota Tomohon yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.

Turut hadir Ketua DPRD Kota Tomohon yang mewakili Wali Kota Tomohon, Kesbangpol Provinsi Sulawesi Utara, perwakilan Polres Tomohon, serta perwakilan Kejaksaan Kota Tomohon.

spot_imgspot_img

Terbaru

spot_imgspot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here