
MINAHASA, JelajahTerkini— Pemerintah Kabupaten Minahasa meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di tengah kondisi cuaca kering yang dipengaruhi fenomena El Niño.
Penguatan langkah pencegahan dilakukan melalui koordinasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Minahasa. Pemerintah daerah menilai potensi Karhutla perlu diantisipasi sejak dini agar tidak berkembang menjadi bencana yang berdampak lebih luas.
Ketua DPRD Minahasa, Franky Wolayan SE, mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melakukan aktivitas di wilayah yang memiliki tingkat risiko kebakaran tinggi.
Menurut Wolayan, kondisi lingkungan yang kering dapat meningkatkan potensi terjadinya kebakaran. Karena itu, masyarakat diminta tidak melakukan kegiatan yang dapat menjadi sumber munculnya api.
“Jadi pemerintah daerah mengharapkan masyarakat itu lebih peduli dan berhati-hati dalam beraktivitas sehari-hari di lingkungan yang punya dampak risiko terjadi kebakaran,” kata Wolayan usai mengikuti rapat bersama Forkopimda di Ruang Kerja Bupati Minahasa, Selasa (1/9/2026).
Ia mengatakan pencegahan tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah maupun aparat. Kesadaran masyarakat menjadi bagian penting dalam menekan potensi Karhutla.
Wolayan juga mengingatkan bahwa kebakaran dapat terjadi akibat kelalaian manusia maupun dugaan kesengajaan. Karena itu, setiap aktivitas yang berpotensi menimbulkan api harus mendapat perhatian serius.
“Pencegahan harus menjadi perhatian bersama. Masyarakat harus ikut menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila melihat adanya potensi kebakaran,” ujarnya.
Selain meningkatkan kesadaran masyarakat, Pemkab Minahasa terus memperkuat pemantauan wilayah rawan serta koordinasi lintas instansi. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan respons dapat dilakukan secara cepat apabila terjadi kebakaran.
Wolayan menegaskan status siaga bencana menjadi momentum bagi seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat upaya mitigasi.
“Dengan status siaga bencana, kewaspadaan menjadi penting untuk memastikan potensi kebakaran dapat ditekan sedini mungkin, sekaligus melindungi lingkungan, permukiman dan aktivitas masyarakat di Kabupaten Minahasa,” pungkasnya. (*)



